BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Trisno Nugroho: Terbuka Peluang Kerja Sama Perumda Dharma Santhika

(Kiri-kanan) Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Santhika Tabanan, Kompiang Gede Pasek Wedha; Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho dan Titus Rosier selaku General Manager (GM) W Bali Hotel Seminyak. (foto/tbn)
banner 120x600

BADUNG (terasbalinews.com). Perumda Dharma Santhika melihat betapa pentingnya kolaborasi kerja sama atas hasil-hasil pertanian, peternakan, perkebunan, dan semacamnya dari masyarakat untuk disalurkan tepat sasaran. Hal tersebut ditandai dengan diberdayakannya potensi strategis daerah, dalam rangka memberdayakan ekonomi kerakyatan masyarakat Tabanan.

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Santhika Kabupaten Tabanan, sebagai penyalur produk-produk pangan, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengembangkan pemasaran dengan meningkatkan kualitas produk bersama Sumber Daya Manusia (SDM).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan Perumda Dharma Shantika dengan berbagai produk UMKM dipasarkan tetap dimonitor perkembangannya, sejak  dilakukan penandatanganan kerja sama antara Marriott Group bersama Perumda Tabanan, dan komponen Perumda lainnya November 2021 lalu.

“Sekarang hampir Rp235 Juta per bulan (beras, telur, dan sayur-sayuran). Marriott group sangat percaya. Sebab, tiga hal mengenai UMKM yang selalu dinilai yaitu; harga yang kompetitif, kualitas produk, dan pengiriman. Jadi kita membuktikan UMKM Bali bisa mensuplai hotel bintang 5 terbaik di Bali,” ucap Trisno, Minggu (30/4/2023).

Dipaparkan lebih lanjut, Trisno mengapresiasi untuk pembayaran produk-produk pangan Perumda Dharma Santhika pun sangat cepat tanpa pernah terjadi keterlambatan. Kedepannya, Trisno juga berharap Marriott group dapat terus memanfaatkan dan membeli hasil pangan di Bali, sehingga masyarakat Bali, terutama di Kabupaten Tabanan dapat terus memutar roda perekonomian UMKM-nya.

“Kami berterima kasih kepada Marriott group, karena pembayaran sangat cepat setiap 1 bulan sekali. Setelah ini (kerja sama) berjalan satu setengah tahun, semoga ini dapat terus berlanjut,” terangnya.

Titus Rosier selaku General Manager (GM) W Bali Hotel Seminyak, Kerobokan, Badung mengatakan dukungan terhadap hasil pangan lokal di Bali. Salah satunya kerja sama yang telah berlangsung baik bersama Perumda Dharma Santhika Tabanan.

“Kami (Marriott group, red) sangat mendukung hasil pangan lokal di Bali. Kami memberi dukungan terhadap keberlanjutan untuk bahan-bahan pangan yang disalurkan ke hotel kami, termasuk dukungan bagi masyarakat lokal,” tegasnya

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Santhika Tabanan, Kompiang Gede Pasek Wedha menambahkan networking usaha secara profesional dilakukan atas hasil pangan dari masyarakat.

“Jika dulunya Perumda tidak harus bersaing dengan swasta, sekarang ini Perumda harus sudah dimulai siap bersaing. Kalau tidak begitu, lama-lama keberadaan Perumda bisa tergerus. Maka, dengan keberadaan produk-produk unggulan dimiliki, kenapa tidak? Sedangkan, untuk kerja sama dengan Marriott group, kami juga di tender kan dan juga dilihat produk serta kualitasnya dengan berkunjung ke lokasi di Tabanan,” ucapnya.

Dipaparkan Kompiang, saat ini saja untuk distribusi kebutuhan telur ke Marriott group hampir mencapai 6.000 s.d. 8.000 butir per hari, beras Tabanan mencapai 10 ton sebulan, termasuk sayur-sayuran.

“Sayur-sayuran sudah masuk ke arah Ubud, Seminyak dan Pecatu. Kami juga bersyukur untuk Marriott group bisa membantu kami, tentu dengan cara-cara yang profesional. Kami berharap kedepannya bisa membantu semua suplai pangan secara total,” tegasnya.

Perumda Dharma Santhika menyerap dan menyalurkan berbagai hasil pertanian dan peternakan yang telah panen, tentu dengan harga yang layak dan mampu mengendalikan harga pangan serta inflasi di Bali.

“Telur yang 8.000 butir saja, itu baru tiga supplier saya di Tabanan. Kedepannya kita akan mensuplai ayam ras, di mana produksi ayam potong di Bali kini masih kurang,” tandasnya. (yak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *