BULELENG (terasbalinews.com) – Ketua Umum Wirausaha Muda Singaraja, Gede Pasek Reksa Saputra, menilai perkembangan iklim kewirausahaan di Kabupaten Buleleng menunjukkan arah yang semakin menjanjikan. Peluang usaha dinilai kian terbuka seiring hadirnya kebijakan pemerintah pusat yang mendukung pelaku UMKM, terutama dalam hal permodalan.
Hal tersebut disampaikan Gede Pasek saat ditemui usai mengikuti dialog interaktif di salah satu stasiun radio di Singaraja, Kamis (29/1/2026). Ia menyebut kemudahan akses pembiayaan saat ini menjadi momentum penting bagi wirausaha, khususnya generasi muda, untuk mulai atau mengembangkan usaha.
“Dengan kebijakan terbaru dan kemudahan akses permodalan, ini menjadi kesempatan besar bagi para pelaku wirausaha karena sekarang jauh lebih mudah dibanding sebelumnya,” ujar Gede Pasek.
Selain dukungan permodalan, ia menegaskan bahwa Buleleng memiliki kekuatan besar dari sisi sumber daya. Potensi di sektor pertanian, kelautan, hingga pariwisata disebut masih sangat terbuka untuk digarap oleh pelaku usaha lokal jika dikelola dengan tepat.
Gede Pasek juga menyinggung hasil audiensi Wirausaha Muda Singaraja bersama Bupati Buleleng yang membahas blueprint pembangunan daerah. Menurutnya, arah pembangunan tersebut penting diketahui oleh pelaku usaha agar pengembangan UMKM selaras dengan kebijakan dan potensi daerah.
Meski demikian, ia menilai tantangan utama wirausaha di Buleleng saat ini tidak hanya terletak pada modal, tetapi juga pada pola pikir masyarakat. Banyak peluang usaha justru dikelola pihak luar daerah karena pelaku lokal belum sepenuhnya berani dan siap mengambil peran.
“UMKM lokal sebenarnya punya keunggulan karena lebih lincah, cepat beradaptasi, dan memahami medan. Kehadiran brand besar seharusnya dilihat sebagai peluang kolaborasi, bukan ancaman,” katanya.
Melalui Wirausaha Muda Singaraja, pihaknya berkomitmen mendorong semangat kewirausahaan hingga ke tingkat desa. Ia berharap generasi muda desa mampu melihat peluang usaha di sekitarnya, memanfaatkan teknologi digital seperti media sosial, serta menjadikan komunitas sebagai ruang kolaborasi dan penguatan UMKM. *ndr














