BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

14 Kampus di Bali Bersinergi, Wamendiktisaintek Dorong Pendidikan Tinggi Lebih Berdampak

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan,menghadiri penandatanganan nota kesepahaman pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali di Auditorium Undiksha, Senin (15/6/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pendidikan terus didorong pemerintah. Salah satunya melalui pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali yang melibatkan 14 perguruan tinggi negeri dan swasta yang memiliki program studi kependidikan di Pulau Dewata.

Pembentukan konsorsium tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Senin (15/6/2026), dan dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan.

Dalam kesempatan itu, Fauzan menegaskan bahwa peran perguruan tinggi saat ini tidak hanya sebatas menghasilkan lulusan maupun karya penelitian. Lebih dari itu, kampus harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, berbagai hasil penelitian yang lahir dari lingkungan akademik perlu diimplementasikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Hasil riset tidak boleh berhenti sebagai prototipe, tetapi harus bisa diimplementasikan dan memberikan manfaat langsung,” tegas Fauzan.

Ia menjelaskan, konsorsium yang terbentuk tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu menyatukan potensi, sumber daya, dan keahlian yang dimiliki masing-masing perguruan tinggi. Melalui kerja sama yang kuat, berbagai tantangan pendidikan yang dihadapi Bali dapat dijawab secara lebih efektif.

Fauzan juga menekankan bahwa kualitas pendidikan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kemajuan sebuah bangsa. Oleh karena itu, sinergi antarlembaga pendidikan tinggi perlu terus diperkuat agar hasil riset, inovasi, dan kompetensi akademik dapat memberikan dampak yang lebih luas.

“Perguruan tinggi memiliki banyak ahli dan potensi besar. Melalui kolaborasi, seluruh potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Inilah esensi Kampus Berdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, menyambut positif lahirnya Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali. Ia menilai kolaborasi antarkampus menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Bali.

Menurutnya, berbagai persoalan pendidikan membutuhkan penyelesaian yang dilakukan secara bersama-sama. Karena itu, keberadaan konsorsium diharapkan mampu mempererat kerja sama antarlembaga pendidikan tinggi dalam menghasilkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Adapun konsorsium tersebut terdiri atas Universitas Pendidikan Ganesha, Institut Mpu Kuturan Singaraja, IKIP Saraswati Tabanan, Universitas Hindu Indonesia (UNHI), UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Dwijendra, Universitas Panji Sakti Singaraja, Institut Teknologi dan Pendidikan (ITP) Markandeya Bali, Universitas Triatma Mulya (UNTRIM), Universitas Dhyana Pura Bali, STKIP Agama Hindu Singaraja, serta STKIP Agama Hindu Amlapura.

Melalui sinergi tersebut, perguruan tinggi di Bali diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai pusat inovasi, pengembangan sumber daya manusia, dan penyedia solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat serta pembangunan daerah. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *