TABANAN (terasbalinews.com). Komitmen membangun sistem pangan berkelanjutan di Bali kembali ditegaskan melalui penandatanganan perpanjangan Letter of Intent (LoI) antara Perumda Dharma Santhika (DS) dan Marriott Group International. Acara yang berlangsung di Desa Perean, Kecamatan Baturiti, Tabanan ini mengusung tema “Growing Together, Building Sustainable Food Systems for Bali’s Future”
LoI ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis yang telah dimulai sejak November 2021, di mana Marriott Group mulai menyuplai kebutuhan hotelnya di Bali dengan produk-produk pertanian dan peternakan lokal Tabanan melalui Dharma Santhika.
Kerja sama ini tidak hanya mencakup “Cage Free Egg” atau telur ayam bahagia, yang kini menjadi salah satu permintaan utama dari Marriott Group, tetapi juga meliputi produk unggulan lainnya seperti beras, sayuran, buah-buahan, dan hasil peternakan lain.
Penandatanganan LoI kali ini juga menandai pengiriman perdana telur ayam bebas kandang dari peternakan milik I Nyoman Merta di Desa Perean. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Marriott Group, Dharma Santhika, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan yang diwakili oleh Wakil Bupati I Made Dirga.
“Kerja sama ini adalah bentuk nyata keberpihakan terhadap ekonomi kerakyatan, serta komitmen terhadap keberlanjutan pangan dan lingkungan hidup yang kami dorong di Tabanan,” ungkap Dirga.
Ia menambahkan bahwa program Cage Free Egg bukan sekadar inovasi produk, tetapi juga mencerminkan perhatian pada kesejahteraan hewan, keamanan pangan, dan pemberdayaan peternak lokal. Pemerintah Kabupaten Tabanan pun menyatakan siap melakukan evaluasi dan pembinaan berkala guna menjaga serta meningkatkan kualitas produksi.
Dari pihak Marriott, Sander Looijen, General Manager The Westin Resort Nusa Dua, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi keberlanjutan Marriott Group secara global.
“Kami ingin menciptakan masa depan yang lebih baik dengan membangun rantai pasok yang etis dan berkelanjutan. Saat ini, Marriott Group di Bali menggunakan 10.000 hingga 15.000 butir telur setiap hari. Kami ingin memastikan pasokan tersebut berasal dari sumber yang bertanggung jawab,” jelasnya.
Looijen juga menambahkan bahwa seluruh 28 hotel Marriott di Bali kini telah berkomitmen kolektif untuk menjadikan produk-produk lokal Bali sebagai bagian utama dari sumber bahan pangan mereka.
Direktur Utama Dharma Santhika, Kompiang Gede Pasek Wedha, menjelaskan bahwa meskipun saat ini produksi telur cage free masih terbatas di angka 3.000 butir per hari, pihaknya menargetkan peningkatan hingga 15.000–20.000 butir per hari demi memenuhi permintaan Marriott dan hotel-hotel lainnya.
“LoI ini menjadi tonggak penting dalam memperluas cakupan suplai produk lokal dari Dharma Santhika ke seluruh jaringan Marriott di Bali,” ujar Kompiang. Kami tidak hanya fokus pada telur, tetapi juga beras, sayuran, dan daging – semuanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing hotel, imbuhnya.
Disebutkan, saat ini, Dharma Santhika telah bekerja sama dengan lebih dari 43 hotel di seluruh Bali, dan ke depan akan terus memperluas kapasitas produksi serta ragam produk melalui kolaborasi dengan petani dan peternak lokal.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya menyempatkan diri menerima langsung rombongan Marriott Group dan pimpinan Perumda Dharma Santhika di ruang kerjanya di Kantor Bupati Tabanan. Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kepercayaan Marriott terhadap produk lokal Tabanan.
Bupati Sanjaya juga menyampaikan harapan agar seluruh hotel di bawah naungan Marriott Group International di Bali terus membuka ruang dan memberikan kesempatan lebih luas bagi produk-produk pertanian dan peternakan UMKM Tabanan untuk menjadi sumber bahan pangan utama dalam operasional hotel mereka.
Harapan ini sejalan dengan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali – sebagai wujud nyata keberpihakan terhadap produsen local (DS/red).











