BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Hari AIDS Sedunia: Buleleng Catat 211 Temuan Baru HIV/AIDS Sepanjang 2025

whatsapp image 2025 12 01 at 19.09.25
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng dr. Sucipto. (foto/ndr).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Peringatan Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember kembali menjadi momentum untuk menguatkan kesadaran publik mengenai bahaya HIV/AIDS serta pentingnya akses layanan kesehatan yang komprehensif. Peringatan ini sekaligus menegaskan solidaritas global dalam pencegahan, pengobatan dan dukungan bagi penderita.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan dan evaluasi layanan HIV/AIDS di fasilitas kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan layanan penanganan HIV tetap memenuhi standar pelayanan kesehatan.

“Kami melakukan koordinasi antar instansi pemerintah dan mitra kerja dalam perencanaan dan evaluasi program. Bahkan, fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit yang memiliki layanan HIV kami siagakan untuk memberikan pelayanan,” ungkap dr. Sucipto, Senin (1/12/2025).

Data Dinas Kesehatan Buleleng hingga Oktober 2025 mencatat 211 kasus temuan baru HIV/AIDS. Angka tersebut menurun dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 241 kasus. Dalam rentang lima tahun terakhir, kasus baru tertinggi terjadi pada 2023 sebanyak 259 kasus, diikuti tahun 2022 dengan 221 kasus, dan 2021 sebanyak 139 kasus.

Pada Oktober 2025, temuan baru terdiri dari 14 kasus HIV dan 7 kasus AIDS. Sementara itu, sejak awal tahun, jumlah kasus AIDS tertinggi ditemukan pada Januari dan Februari, masing-masing 16 dan 17 kasus, sedangkan kasus baru HIV terbanyak terjadi pada bulan Juli sebanyak 17 kasus.

Secara kumulatif, terdapat 2.608 Orang Dengan HIV (ODHIV) di Buleleng. Dari jumlah tersebut, 1.924 orang telah mengetahui statusnya, dan 996 orang sedang menjalani pengobatan ART.

Kasus paling banyak ditemukan pada kelompok usia produktif 20–29 tahun sebanyak 63 kasus, disusul usia 40–49 tahun sebanyak 50 kasus dan 30–39 tahun sebanyak 47 kasus. Sementara usia lanjut 50–59 tahun ditemukan 26 kasus, dan usia 15–19 tahun tercatat 12 kasus.

Berdasarkan jenis kelamin, 134 kasus baru terjadi pada laki-laki, sedangkan 77 kasus pada perempuan. dr. Sucipto juga menyoroti adanya pasien yang tidak lagi terpantau setelah didiagnosis.

“Terdapat juga catatan penderita HIV/AIDS menghilang pasca mereka didiagnosis. Jumlahnya cukup banyak dengan berbagai tingkatan usia,” jelasnya.

Selain itu tercatat 96 pasien meninggal meski sudah menjalani ART, dan 45 pasien meninggal sebelum menjalani terapi. Temuan faktor risiko terdiri dari biseksual, heteroseksual, homoseksual dan lainnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *