BULELENG (terasbalinews.com) – Upaya pencegahan penyakit menular pada hewan terus diperkuat oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Buleleng. Melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), layanan vaksinasi rabies digencarkan secara gratis di seluruh wilayah.
Kepala Bidang PKH, I Made Suparma, menjelaskan bahwa vaksinasi ini merupakan layanan rutin yang dapat diakses masyarakat melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di masing-masing kecamatan.
“Vaksinasi ini adalah pelayanan rutin dari Dinas Pertanian. Ini berlaku di seluruh wilayah Buleleng, tidak hanya di kantor kabupaten, tetapi juga tersedia di setiap kecamatan melalui Puskeswan. Warga bisa membawa hewan peliharaannya ke sana, dan ini gratis untuk rabies,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Selain rabies, pihaknya juga memberi perhatian pada penyakit lain seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) pada sapi. Namun, untuk rabies, vaksin diberikan tanpa biaya sebagai bentuk perlindungan bagi hewan dan manusia.
Suparma menegaskan bahwa sebelum vaksinasi dilakukan, kondisi kesehatan hewan harus dipastikan terlebih dahulu melalui pemeriksaan dokter hewan. Hanya hewan yang dinyatakan sehat yang dapat menerima vaksin.
Meski sebagian pegawai menerapkan sistem Work From Home (WFH), layanan kesehatan hewan dipastikan tetap berjalan normal.
“Besok meski berlaku WFH, kami tetap buka pelayanan. Dokter hewan wajib siaga agar pelayanan tidak terputus,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat dalam memvaksinasi hewan peliharaan terus meningkat. Bahkan, sejumlah desa mulai aktif mengajukan permohonan vaksinasi secara mandiri.
Namun demikian, masih terdapat kendala di lapangan, seperti pemilik hewan yang tidak berada di rumah saat petugas datang, hingga kesulitan dalam penanganan hewan.
“Kami mohon kerja sama dari aparat desa, kelurahan, dan masyarakat. Kadang saat kami ke lapangan, pemilik tidak ada atau rumah dikunci. Ada juga pemilik yang meminta petugas menangkap anjingnya, sementara petugas kami tidak mengenali karakter anjing tersebut. Kami harap pemilik bisa memegang sendiri anjingnya agar memudahkan proses vaksinasi,” imbau Suparma.
Berdasarkan data, populasi hewan pembawa rabies (HPR) di Buleleng mencapai 68.748 anjing, 11.883 kucing, dan 520 monyet. Hewan-hewan tersebut merupakan peliharaan yang telah terdata, sementara populasi liar masih menjadi fokus pengendalian.
Saat ini, stok vaksin rabies yang tersedia sebanyak 10.790 dosis, dengan sisa 6.805 dosis yang belum digunakan.
“Kami berharap masyarakat lebih proaktif mendatangi Puskeswan atau berkoordinasi dengan desa agar tidak ada lagi keluhan hewan peliharaan yang terlewatkan dalam program vaksinasi,” tandasnya. *ndr















