BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Dorong Fasilitas Rehabilitasi Narkoba di Buleleng, Kebutuhan Semakin Mendesak

img 20251105 wa0001
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng Komang Yuda Murdianto. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) — Dorongan menghadirkan fasilitas rehabilitasi narkoba di Kabupaten Buleleng semakin kuat. Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng Komang Yuda Murdianto menyebut kebutuhan pusat rehabilitasi di daerahnya kini berada pada titik mendesak. Menurutnya, pertumbuhan kasus penyalahgunaan narkoba di Buleleng terus meningkat meski upaya penindakan dan pencegahan terus digencarkan.

Yuda menjelaskan, keberadaan fasilitas rehabilitasi lokal sangat penting agar warga Buleleng yang menjalani pemulihan bisa berada di lingkungan yang familiar dan minim interaksi dengan pihak luar. Kondisi ini diyakini dapat menekan potensi perubahan status dari sekadar pengguna menjadi pengedar.

“Saat mereka menjalani rehabilitasi di RSUD Mangusada atau di Bangli, akan banyak kenal dengan orang luar. Yang tadinya dia hanya user bisa saja menjadi bandar karena interaksi itu,” jelas Yuda Murdianto, Rabu (5/11/2025).

Ia menekankan, dengan adanya fasilitas rehabilitasi di setiap kabupaten, ruang gerak jaringan peredaran narkoba akan semakin sempit. Apalagi BNNK Buleleng telah diperkuat dengan relawan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di tiap wilayah.

“Mereka (jaringan bandar) akan mengedarkan kemana jika dimasing-masing wilayah sudah ada tempat rehabilitasi. Kami memiliki relawan IBM yang menjaga wilayahnya dan faktanya angka kasus narkobanya turun,” imbuhnya.

Yuda juga menyoroti pemahaman keliru di masyarakat yang kerap menganggap rehabilitasi sebagai tempat hukuman, padahal merupakan fasilitas pemulihan. Ia berharap Pemkab Buleleng segera membangun fasilitas tersebut.

“Disinilah kami mendorong pemerintah Kabupaten Buleleng untuk segera membentuk tempat rehabilitasi. Badung sudah terbuat. Kami juga menyarankan se-Bali itu minimal ada tempat rehabilitasi yang besar,” tegasnya.

Berdasarkan data BNNK Buleleng, terjadi pergeseran pola layanan rehabilitasi dalam dua tahun terakhir. Pada 2024, sebanyak 89 pasien menjalani rawat inap, sedangkan 2025 turun menjadi 37 orang. Namun, pasien yang membutuhkan perawatan intensif meningkat dari 32 menjadi 65 orang. Total pasien rehabilitasi sepanjang 2024-2025 tercatat 223 orang.

Yuda juga mengungkap bahwa status Buleleng kini mengalami penurunan dari zona merah narkoba, berkat sinergi kuat antara BNNK dan Polres Buleleng.

“Tangkap, positif, ambil dan rehabilitasi. Sinergitas kami dengan Polres Buleleng cukup efektif,” tandasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *