BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

DPRD Bali: Belajar dari Bali, TPST Sandubaya Tunjukkan Cara Cerdas Kelola Sampah

humas1.1
rombongan Sekretariat Dewan (Sekwan) Provinsi Bali bersama rekan-rekan media di Bali saat berkunjung ke TPST Sandubaya, Mataram. (foto/ist)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

MATARAM (terasbalinews.com). Langit cerah menaungi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya, Mataram, saat rombongan Sekretariat Dewan (Sekwan) Provinsi Bali bersama rekan-rekan media di Bali datang berkunjung. Rombongan yang dipimpin Kepala Bagian Umum Sekwan Bali, I Kadek Putra Suantara, disambut hangat oleh jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram.

Kunjungan ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Bali datang membawa semangat berbagi dan bertukar pengalaman soal persoalan klasik tapi krusial, pengelolaan sampah.

“Kami ingin belajar dan juga berbagi praktik baik yang telah kami lakukan di Bali. Hasil kunjungan ini akan kami sampaikan ke dewan,” ujar Putra Suantara, Rabu (16/7/2025).

Bali memang cukup progresif dalam urusan sampah. Sejumlah aturan diterapkan demi menekan timbulan plastik sekali pakai. Salah satunya, pelarangan penggunaan air minum dalam kemasan di bawah satu liter serta penghapusan kantong kresek di supermarket.

Kami juga dorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga,” tambahnya.

humas3.1
TPST Sandubaya, Mataram. (foto/red)

TPST Sandubaya pun tak kalah inovatif. Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Mataram, Vidi Partisan Yuris Gaman Jaya, meski Mataram menghasilkan sekitar 260 ton sampah setiap hari, pihaknya mampu mengelola 40 ton per hari secara mandiri—tanpa melibatkan pihak ketiga.

Dengan 40 tenaga kontrak, sampah diolah menjadi magot hingga bahan bangunan seperti paving block.

“Kami pastikan semua sampah yang masuk harus selesai dikelola dalam satu hari. Tempat langsung disinfeksi agar tak menimbulkan bau. Bau itu biasanya muncul karena sampah menumpuk,” terangnya.

Tak hanya inovasi, TPST ini juga berdiri berkat dukungan dana sebesar Rp21 miliar dari World Bank. Konsepnya dirancang sendiri oleh DLH Mataram.

“Kami ingin sistem yang simpel, dikelola sendiri, tanpa ketergantungan pihak lain,” imbuh Vidi.

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Kota Mataram, Salikin, menegaskan kondisi darurat sampah di Kota Mataram. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Provinsi kini sudah overkapasitas.

“Selama ini 70 persen pengelolaan masih mengandalkan pembuangan. Tapi kini kami geser ke pengolahan di TPST,” jelasnya.

Ia menambahkan, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah adalah kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah.

“Tanpa partisipasi masyarakat, sistem sebaik apa pun akan sulit optimal,” tegasnya.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan satu pihak saja. Inovasi, kebijakan, dan kerja sama lintas daerah jadi kunci. Dan dari TPST Sandubaya, secercah harapan itu tampak menyala. (yak)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *