BULELENG (terasbalinews.com) – Peringatan Hari Kartini di Kecamatan Tejakula tak berhenti pada seremoni. Pemerintah kecamatan memilih jalur yang lebih konkret: aksi kemanusiaan melalui donor darah.
Bertempat di Rumah Jabatan Camat Tejakula, Selasa (21/4), kegiatan ini digelar bersama Palang Merah Indonesia dan melibatkan berbagai elemen masyarakat—mulai dari TNI, Polri, tenaga kesehatan, hingga warga umum.
Camat Tejakula, Kadek Agus Hartika, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan komitmen berkelanjutan dalam menjawab kebutuhan kemanusiaan.
“Donor darah ini adalah bentuk kehadiran kami untuk masyarakat. Kami ingin memberi kontribusi nyata, terutama dalam membantu ketersediaan darah,” ujarnya.
Antusiasme warga menjadi indikator kuat. Jika sebelumnya jumlah pendonor berkisar 50 orang, kini meningkat menjadi lebih dari 60 peserta. Lonjakan ini tak hanya berasal dari pendonor lama, tetapi juga wajah-wajah baru yang mulai sadar pentingnya aksi sosial.
“Partisipasi terus meningkat. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat juga ikut tumbuh,” tambahnya.
Kegiatan ini dirancang berkelanjutan, dengan interval donor ideal setiap 4 hingga 6 bulan. Ke depan, agenda serupa akan kembali digelar dalam momentum hari besar lainnya, termasuk Hari Pahlawan.
Di sisi lain, manfaat donor darah tak hanya dirasakan penerima, tetapi juga pendonor. Salah satu peserta, Ni Luh Lia Sulastrini, mengaku rutin mengikuti kegiatan ini dan merasakan dampak positif bagi kesehatannya.
“Selain membantu orang lain, saya merasa tubuh lebih sehat dan bugar setelah rutin donor darah,” ungkapnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu berpartisipasi, karena donor darah adalah langkah sederhana dengan dampak besar—baik bagi sesama maupun diri sendiri.
Di tengah peringatan Hari Kartini, Tejakula menunjukkan bahwa semangat emansipasi bisa diterjemahkan dalam aksi nyata: bergerak, peduli, dan memberi manfaat langsung bagi kehidupan. *ndr















