BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Bali Bakal Punya Alat Deteksi Dokumen Keimigrasian

Kemenkumham siapkan alat deteksi dokumen keimigrasian ilegal. (Foto/ist).
Kemenkumham siapkan alat deteksi dokumen keimigrasian ilegal. (Foto/ist).
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Bali menyiapkan alat deteksi dokumen keimigrasian ilegal.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Pramella Yunidar Pasaribu saat membuka kegiatan Diseminasi Forensik Keimigrasian Tahap II Tahun 2024, di Hotel Stone Legian-Kuta pada Selasa (25/6/2024).

Pramella menjelaskan, langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan pelanggaran keimigrasian seperti illegal entry dan illegal stay.

Ia mengklaim, Dirjen Imigrasi Kemenkumham telah banyak menemukan kasus individu masuk dan tinggal di Indonesia dengan dokumen palsu atau tanpa izin yang sah.

“Untuk mengatasi permasalahan ini, kami membentuk Laboratorium Forensik Keimigrasian pada tahun 2003 di bawah Direktorat Penindakan dan Rumah Detensi, yang kini berada di bawah Direktorat Intelijen Keimigrasian,” ucap Pramella.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemeriksaan menggunakan berbagai teknik, termasuk mesin Video Spectral Comparator (VSC), yang mampu mendeteksi detail pada dokumen yang mencurigakan.

Langkah ini juga sejalan dengan program Direktorat Jenderal Imigrasi yang menempatkan mesin VSC di 33 TPI di Indonesia atau juga sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional yang bertujuan meningkatkan fungsi intelijen dalam deteksi dan pencegahan dini tindak pidana keimigrasian.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program prioritas nasional tahun anggaran 2023 yang bertujuan untuk menempatkan 33 Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) dan Pos Lintas Batas (PLB) di Indonesia,” ujar Pramella.

Pramella berharap petugas bisa mengoperasikan perangkat tersebut dengan baik.

“Dan mampu menuangkan hasil pemeriksaan ke dalam laporan forensik yang dapat digunakan sebagai alat bukti dalam persidangan,” tambahnya.

Lebih jauh, Pramella menyebut, Direktorat Jenderal Imigrasi sedang mengupayakan pendirian Lembaga Sertifikasi Profesi Keimigrasian untuk memastikan profesionalitas dan legalitas penuh petugas dalam memberikan kesaksian atas dugaan tindak pidana keimigrasian.

“Kami berharap acara ini memberikan pemahaman dan pelatihan kepada petugas, terutama yang bertugas di perbatasan, tentang cara melakukan deteksi dini pada dokumen keimigrasian yang diduga palsu dengan menggunakan mesin Video Spectral Comparator (VSC) 80.” harap Pramella. (nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *