BULELENG (terasbalinews.com). Muatan Kapal tanker Floating Storage Ofloading (FSO) Cinta Natomas milik Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang berisi sebanyak 105 barel minyak mentah segera akan di evakuasi. Saat ini Kapal tanker tersebut masih terparkir di Dermaga LNG Pelabuhan Celukan Bawang,Gerokgak, digunakan Pertamina untuk mengangkut minyak mentah ke berbagai tujuan.
Informasi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang, menyebutkan, muatan kapal tanker Cinta Natomas sebanyak 105 barel minyak mentah akan segera dievakuasi setelah pemilik kapal telah menunjuk vendor yang menangani proses pemindahan tersebut.
“Iya, benar, muatan Kapal FSO Cinta Natomas berupa minyak mentah kutang lebih 105 barel atau 4.000 ton minyak mentah segara akan dipindahkan mengingat kapal tersebut serta muatnnya sudah lama tambat di Pelabuhan Celukan Bawang,” kata Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang, Taufikur Rahaman, Jumat (27/6/2025).
Menurut Taufikur Rahaman, vendor yang akan memindahkan isi kapal berupa minyak mentah itu telah dipastikan yakni PT. Tenang Jaya dan dalam waktu dekat proses pemindahan itu akan segera dilakukan. “Tinggal menyusun jadwal dan isi kapal akan segera dipindahkan,” imbuhnya.
Tidak itu saja menurut Taufikur Rahaman, pemilik tanker sudah rutin melakukan perawatan kapal sehingga kekhawatiran kapal yang sandar sejak tahun 2018 itu tidak akan ada lagi seperti sebelumnya sempat miring.
“Tentu selain isi muatan berupa minyak mentah akan dipindah, perawatan secara rutin juga sudah dilakukan sehingga tidak ada lagi kekhawatiran kapal itu akan bermasalah,”tandasnya.
Untuk diketahui, Kapal Tuban Marine Terminal bernama lambung FSO Cinta Natomas sedang tambat didermaga LNG Pelabuhan Celukan Bawang,Gerokgak sejak tahun 2018 dan memuat sebanyak 105 barel minyak mentah. Kapal tanker buatan tahun 1972 itu sudah 7 tahun bersandar di dermaga Pelabuhan Celukan Bawang.
Konon kapal tersebut saat ini sedang diproses usulan ke Kementerian Keuangan RI untuk dilakukan penghapusan aset. Kapal tanker yang nyaris tanpa aktivitas selama 7 tahun itu berisi 10 anak buah kapal termasuk didalamnya nakhoda. Ndra















