BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Paus Mati Membusuk Terdampar di Lovina, Warga Evakuasi di Tengah Cuaca Ekstrem

whatsapp image 2026 01 12 at 17.41.49
Nelayan pangai Desa Kalibukbuk mengevakuasi bangkai paus yang terdampar dan telah membusuk pada Senin (12/1/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Warga pesisir Lovina dikejutkan dengan penemuan seekor paus mati yang terdampar di Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Minggu (11/1/2026) malam. Saat pertama kali ditemukan, kondisi bangkai mamalia laut tersebut sudah membusuk parah dan tidak lagi utuh, sehingga sulit dikenali jenisnya.

Kelian Banjar Kalibukbuk, Gede Suarjana, mengatakan bangkai paus itu diketahui sekitar pukul 21.30 Wita. Penemuan terjadi saat sejumlah nelayan tengah memantau kondisi laut yang sedang tidak bersahabat akibat hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi.

“Saat itu hujan deras dan air laut naik, ombak besar pada saat itu. Pausnya terdampar sudah dalam kondisi mati dan sudah membusuk,” ujar Suarjana, Senin (12/1/2026).

Karena kondisinya yang sudah membusuk dan menimbulkan bau menyengat, Suarjana bersama nelayan, pelaku wisata laut, relawan, serta unsur desa administrasi dan desa adat segera melakukan langkah evakuasi. Sejumlah kelompok turut terlibat, di antaranya kelompok snorkeling, dolphin watching, Yayasan Bayu Milir, dan masyarakat setempat.

“Kami juga dibantu pembiayaan evakuasi dari dinas-dinas terkait, dalam hal ini Dinas Kelautan. Bangkai paus dipendam karena sudah mengeluarkan bau busuk,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, kejadian paus terdampar di kawasan Pantai Lovina tergolong sangat jarang terjadi, bahkan nyaris tidak pernah. Menurutnya, peristiwa ini diduga berkaitan erat dengan kondisi cuaca ekstrem yang tengah melanda perairan Bali Utara.

Saat ini, aktivitas melaut nelayan dan pelaku wisata bahari terpaksa dihentikan sementara. Seluruh perahu, termasuk sampan dan boat wisata, telah diamankan ke tempat yang lebih aman.

“Kami dalam kondisi siaga satu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Semua boat-boat sudah kita naikkan. Perkiraan kami kondisi cuaca seperti ini akan berlangsung cukup panjang,” tandas Suarjana. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *