BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng bergerak cepat menangani dampak bencana yang melanda wilayah Kecamatan Banjar dan sekitarnya pada 6–7 Maret 2026. Upaya penanganan dilakukan melalui rapat koordinasi lintas instansi yang digelar di Kantor BPBD Buleleng, Sabtu (7/3).
Rapat yang dimulai pukul 16.00 WITA tersebut dipimpin Asisten I Setda Buleleng Putu Ariadi Pribadi dan dihadiri Kepala Pelaksana BPBD, Camat Banjar, Camat Sukasada, Sekretaris Camat Busungbiu, serta perwakilan sejumlah perangkat daerah dan unsur Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Selain itu, sejumlah instansi turut terlibat dalam rapat tersebut, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas PUPR Perkim, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Pemadam Kebakaran, serta perwakilan Kecamatan Seririt.
Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah penanganan darurat. Salah satunya pengerahan dua unit alat berat oleh Dinas PUPR Perkim untuk membantu penanganan di lokasi terdampak selama enam hari, termasuk kebutuhan operasional dan mobilisasi alat.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan distribusi air bersih menggunakan enam unit mobil tangki guna memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah desa terdampak.
“Adapun desa yang memerlukan suplai air bersih meliputi Banjar Tegeha, Tampekan, Banjar, Dencarik, Banyuseri, dan Bestala. Mobil tangki air disediakan secara kolaboratif oleh BPBD Kabupaten Buleleng, BPBD Provinsi Bali, Palang Merah Indonesia Kabupaten Buleleng, Dinas Lingkungan Hidup, serta PDAM Buleleng,” ungkap Ariadi.
Di sektor pelayanan masyarakat, Dinas Sosial menyiapkan bantuan logistik bagi warga terdampak, sementara Dinas Kesehatan melalui puskesmas setempat memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat. Satpol PP juga melakukan penjagaan di pos lapangan untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Untuk mempercepat koordinasi penanganan, Pemkab Buleleng juga membentuk Posko Terpadu di Kantor BPBD Kabupaten Buleleng serta Pos Lapangan di Polsek Banjar. Unsur TNI dan Polri menyatakan kesiapan mendukung penanganan di lapangan, termasuk bantuan personel jika diperlukan.
Selain penanganan terhadap masyarakat, perhatian juga diberikan pada fasilitas pendidikan yang terdampak. Sejumlah sekolah seperti SD Negeri 5 Banjar, SMP Negeri 3 Seririt, dan TK Bestala akan ditangani melalui kegiatan gotong royong pembersihan secara manual agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali normal.
Melalui sinergi lintas instansi tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan penanganan bencana dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan guna meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat. *ndr















