BULELENG (terasbalinews.com)– Pengurus Kabupaten (Pengkab) Percasi Buleleng terus memperkuat pembinaan atlet catur usia muda melalui penyelenggaraan Long Chess Tournament (LCT) 2026. Kejuaraan berkelanjutan ini menjadi wadah penjaringan bibit unggul atlet di bawah usia 20 tahun.
Ketua Umum Pengkab Percasi Buleleng, Nyoman Suarjana, S.Pd., M.Pd., mengatakan LCT merupakan ajang evaluasi sekaligus pemetaan hasil pembinaan atlet yang telah dilakukan baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Hal tersebut disampaikannya saat pelaksanaan LCT 2026 seri ke-11 di Sekretariat Percasi Buleleng, Minggu (11/1/2026).
“Long Chess Tournament ini adalah kejuaraan jangka panjang yang kami gelar kurang lebih selama tiga bulan. LCT 2026 merupakan lanjutan dari tahun 2025, di mana sebelumnya telah berlangsung seri 1 hingga 10. Tahun ini kami lanjutkan seri 11 sampai 20 yang digelar setiap minggu,” jelas Suarjana.
Ia menegaskan, fokus utama LCT adalah menjaring atlet potensial usia 20 tahun ke bawah. Dengan sistem seri berkelanjutan, Percasi Buleleng dapat melihat perkembangan dan hasil latihan atlet secara lebih terukur.
“Ini ajang mencari bibit-bibit atlet muda, sehingga ke depan kita bisa mengetahui sejauh mana hasil pembinaan atlet-atlet kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Suarjana menjelaskan sistem kompetisi LCT dirancang berjenjang. Setiap seri akan menghasilkan satu juara yang selanjutnya tidak diperkenankan mengikuti seri berikutnya.
“Juara di tiap seri nantinya akan dipertandingkan kembali pada babak final LCT. Pada seri 11 ini diikuti 32 peserta yang bertanding dalam enam babak. Jumlah peserta ke depan berpotensi bertambah karena yang belum sempat ikut masih bisa mendaftar di seri berikutnya,” ungkapnya.
Menariknya, kejuaraan ini digelar tanpa pungutan biaya pendaftaran. Selain itu, peserta berprestasi akan mendapatkan apresiasi dari panitia.
“Pendaftaran LCT 2026 ini gratis. Setiap juara seri akan memperoleh piagam penghargaan, sedangkan juara final LCT akan mendapatkan piagam dan medali,” tutup Suarjana. *ndr














