BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Program Makan Bergizi Gratis Mulai Menyasar Sekolah Kemenag di Kota Singaraja

whatsapp image 2025 09 22 at 19.10.25
Ratusan siswa MI Mardatillah Singaraja mulai Senin (22/9/2025) menerima pasokan MBG dari SPPG Kampung Anyar, Singaraja. (foto/ndr).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Senyum sumringah terpancar dari wajah ribuan siswa di Kota Singaraja saat mereka mulai menerima manfaat dari program makan bergizi gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Terhitung sejak Senin (22/9/2025), program ini secara resmi menyasar 2.307 siswa yang tersebar di 15 lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buleleng.

Peluncuran program yang dipusatkan di MI Terpadu Mardlatillah Singaraja ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiartha, M.Si., menyatakan bahwa program ini adalah perwujudan komitmen pemerintah pusat.

“Program makan bergizi gratis ini adalah implementasi dari salah satu visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari komitmen dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan unggul,” ungkap Dewa Sudiartha.

Ia menambahkan, pemenuhan gizi ini diharapkan dapat berdampak langsung pada prestasi dan motivasi belajar para siswa. “Melalui program ini, diharapkan para siswa tak hanya terpenuhi kebutuhan gizinya, tetapi juga semakin semangat untuk belajar dan berkembang menjadi generasi penerus yang berkualitas,” ujarnya.

Untuk memastikan kelancaran dan kualitas program, pihak Kemenag Buleleng telah menjalin koordinasi erat dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Anyar selaku pelaksana dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Buleleng, H. Lewa Karma, M.Pd, menegaskan komitmennya untuk terus memantau pelaksanaan di lapangan. “Kami juga terus akan melakukan koordinasi dengan penerima manfaat dalam hal ini madrasah yang langsung menerima manfaatnya untuk memastikan kualitas layanan agar bisa berjalan dengan baik,” kata Lewa Karma.

Meski demikian, Lewa Karma mengakui bahwa cakupan program ini masih dalam tahap awal. Dari total siswa di bawah naungan Kemenag Buleleng, baru sebagian kecil yang terlayani. “Kalau dilihat dari persentase yang ada, kita belum sampai 15%. Total jumlah siswa di bawah Kemenag kurang lebih 10.000 siswa,” tandasnya. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *