BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Sekda Pastikan Seluruh Alat Kesehatan Bermekuri di Bali Telah Ditarik

Sekda Bali Dewa Made Indra saat menghadiri dan menyaksikan penarikan alkes bermerkuri wilayah Bali dan NTB oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (Dirjen PSLB3) Kementerian LHK RI di Taman Hutan Rakyat Mangrove, By Pass Ngurah Rai, Kamis (27/6/2024). (Foto/ist)
Sekda Bali Dewa Made Indra saat menghadiri dan menyaksikan penarikan alkes bermerkuri wilayah Bali dan NTB oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (Dirjen PSLB3) Kementerian LHK RI di Taman Hutan Rakyat Mangrove, By Pass Ngurah Rai, Kamis (27/6/2024). (Foto/ist)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra mengklaim seluruh alat kesehatan (alkes) bermerkuri telah ditarik dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes).

Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri dan menyaksikan penarikan alkes bermerkuri wilayah Bali dan NTB oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (Dirjen PSLB3) Kementerian LHK RI di Taman Hutan Rakyat Mangrove, By Pass Ngurah Rai, Kamis (27/6/2024).

“Setelah saya cek ke Dinkes, sudah tak ada lagi alkes bermerkuri pada fasilitasi pelayanan kesehatan di seluruh Bali, sudah tuntas ditarik,” ujar Dewa Indra.

Karena hal itu, Dewa Indra menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada jajaran Dirjen PSLB3 atas keseriusan dalam melakukan penarikan alkes bermerkuri, khususnya di wilayah Bali dan NTB.

Menurut Dewa Indra, upaya penarikan alkes bermerkuri bukanlah hal yang sederhana karena berkaitan dengan tempat pembuangan akhir serta pengolahannya.

“Pengelola fasilitas pelayanan kesehatan tahu bahwa alkes yang mengandung bahan merkuri tak boleh digunakan, tapi untuk membuangnya mereka juga tak boleh sembarangan sehingga akhirnya disimpan selama bertahun-tahun,” urai birokrat asal Desa Pemaron, Buleleng itu.

Alkes berbahan merkuri, lanjut Dewa Indra menjadi beban bagi pengelola Fasyankes. Di sisi lain, Kementerian terkait juga memerlukan waktu untuk menarik produk tersebut karena harus berkoordinasi dengan berbagai pihak.

Sementara, Direktur Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun KLHK Ari Sugasri menyampaikan, penarikan alkes bermerkuri sesuai dengan amanat dari Peraturan Presiden RI Nomor 21 Tahun 2019 Tentang Pengurangan dan Penghapusan Merkuri yang diturunkan dalam Peraturan Kementerian LHK Nomor 27 Tahun 2020 Tentang Pengolahan Alkes Berbahan Merkuri dan ditargetkan tuntas pada 31 Desember 2025.

Alkes bermerkuri yang ditarik meliput jenis termometer, tensimeter dan dental amalgam.

“Langkah ini juga didukung Kementerian Kesehatan dengan mengeluarkan Peraturan Nomor 41 Tahun 2029 Tentang Penghapusan dan Penarikan Alkes Bermerkuri di Fasyankes,” tambahnya. (nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *