BULELENG (terasbalinews.com) — Gencarnya arus informasi di era digital dinilai menjadi tantangan serius bagi ketahanan ideologi bangsa. Karena itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng Gede Suyasa mengajak generasi muda memperkuat wawasan kebangsaan agar tetap kokoh menjaga empat pilar kehidupan berbangsa.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Pusat Penguatan Wawasan Kebangsaan (PPWK) untuk Indonesia Maju yang berlangsung di Ruang Seminar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial Universitas Pendidikan Ganesha, Selasa (24/2).
Dalam sambutannya, Suyasa menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya oleh generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.
“Empat pilar wawasan kebangsaan itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Kita harus pahami dengan baik dan benar serta meningkatkan pilar wawasan kebangsaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menyoroti ancaman perubahan ideologi politik serta maraknya informasi liar di ruang digital yang dapat melemahkan rasa nasionalisme. Oleh karena itu, PPWK Buleleng terus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan guna memperkuat kecintaan terhadap tanah air.
“Melalui kegiatan ini semoga seluruh peserta menjadi lebih memahami dengan baik akan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan untuk Indonesia Emas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Buleleng Nyoman Widiartha dalam laporannya menyebut kegiatan diikuti mahasiswa FHIS Undiksha dan menghadirkan sejumlah akademisi sebagai narasumber.
Ia menegaskan sosialisasi PPWK merupakan program strategis pemerintah daerah yang dilaksanakan secara berkelanjutan guna membangun karakter kebangsaan generasi muda Buleleng. *ndr














