BULELENG (terasbalinews.com) — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Buleleng mulai mematangkan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026. Berbeda dari perayaan seremonial, agenda HPN di Buleleng dirancang lebih membumi dengan melibatkan masyarakat umum dan kalangan pelajar.
Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026 di kawasan Lembah Cinta 99, Jalan Gunung Lempuyang, Kelurahan Banjar Tegal, Buleleng, Bali. Sejumlah kegiatan edukatif dan sosial disiapkan sebagai bentuk kontribusi pers daerah dalam membangun literasi publik.
Ketua SMSI Kabupaten Buleleng, Francelino Xavier Ximenes Freitas, menyampaikan bahwa HPN 2026 memiliki makna khusus karena bertepatan dengan usia ke-80 Hari Pers Nasional sekaligus delapan tahun berdirinya SMSI secara nasional. Momentum ini ingin dimanfaatkan untuk menegaskan kehadiran dan peran SMSI di daerah.
“Tahun ini hari pers nasional menjadi spesial karena masuk ke tahun yang ke-80. Dan usia SMSI nasional sudah memasuki tahun yang ke-8. Kita di Buleleng tidak hanya menunggu perayaan di pusat, tapi ingin terlibat dengan menggelar beberapa kegiatan,” ujar Francelino saat dialog interaktif di Pro 1 RRI Singaraja, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, meskipun peringatan HPN nasional dipusatkan di Serang, Banten, pada 9 Februari 2026, SMSI Buleleng tetap menginisiasi perayaan lokal agar insan pers dan masyarakat di daerah ikut merasakan semangat HPN. Panitia pelaksana pun telah dibentuk untuk mempersiapkan kegiatan secara matang.
Sebagai organisasi yang baru dilantik pada Agustus 2024, SMSI Buleleng ingin memperkenalkan diri sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan yang sederhana dan terbuka.
“Kita tidak mau terlalu eksklusif atau mewah. Bagaimana kegiatan itu bisa melibatkan dan dirasakan oleh masyarakat. Ada kegiatan sosial, diskusi ringan, dan sosialisasi tentang SMSI kepada pelajar,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HPN 2026 SMSI Buleleng, Mohammad Zulkifli, menjelaskan rangkaian acara akan dikemas dalam format yang interaktif dan edukatif. Kegiatan meliputi permainan edukasi, diskusi santai, serta aktivitas luar ruang yang melibatkan pelajar dan mahasiswa.
Peserta yang akan diundang antara lain perwakilan OSIS, BEM, serta unsur kehumasan dari instansi pemerintah dan swasta. Menurut Zulkifli, pendekatan yang ringan dipilih agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami.
“SMSI sebagai perusahaan pers ingin menciptakan iklim pemberitaan yang memberi pencerahan bagi masyarakat. Kita juga akan sosialisasi perbedaan platform hiburan dan media berita agar generasi muda tidak mudah terpapar hoaks,” jelasnya.
Selain pengenalan literasi media, SMSI juga akan memberikan pemahaman tentang posisi organisasi perusahaan pers yang berada di bawah pengakuan Dewan Pers, termasuk pengenalan dasar mengenai etika jurnalistik dan proses produksi berita.
Seluruh rangkaian kegiatan diselaraskan dengan tema besar HPN 2026, yakni pers yang sehat, ekonomi yang berdaulat, dan bangsa yang kuat, sebagai pengingat pentingnya peran pers dalam kehidupan demokrasi. *ndr















