BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Status Bencana Banjir Bandang Banjar Masih Dikaji, Dua Korban Belum Ditemukan

whatsapp image 2026 03 08 at 16.48.16
Bupati I Nyoman Sutjidra didampingi Kapolres Buleleng Ruzi Gusman, Dandim Kodim 1609/Buleleng, unsur Basarnas dan BPBD Buleleng memberikan keterangan pers di Posko Penanggulangan Bencana Alam Kecamatan Banjar, Minggu (8/3). (foto/ndr).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Pemerintah Kabupaten Buleleng hingga kini masih mengkaji penetapan status bencana hidrometeorologi menyusul banjir bandang yang terjadi di kawasan Tukad Mendaum, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, pada Jumat (6/3/2026) malam.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengatakan bahwa keputusan terkait status bencana masih dalam tahap pembahasan untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Meski demikian, upaya tanggap darurat telah dilakukan pemerintah daerah bersama unsur kebencanaan untuk membantu warga terdampak, termasuk pemenuhan kebutuhan pangan dan air bersih.

“Bencana terjadi di 5 kecamatan, namun yang terparah berada di Kecamatan Banjar dengan 4 korban jiwa. Hanya saja kami sedang melakukan kajian untuk menetapkan status bencana,” ujar Sutjidra saat jumpa pers bersama Kapolres Buleleng Ruzi Gusman, Dandim Kodim 1609/Buleleng Ahmad Setiawan Syah, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng I Gede Suyasa, serta unsur Basarnas, Minggu (8/3).

Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua korban yang belum ditemukan. Dari laporan awal disebutkan lima orang sempat dilaporkan hanyut, namun empat di antaranya dipastikan menjadi korban.

whatsapp image 2026 03 08 at 16.48.22

Korban pertama yang ditemukan adalah Dewa Ketut Adi Suarjaya (55), warga Dusun Santal, Desa Banjar. Ia ditemukan meninggal dunia pada Jumat sekitar pukul 23.10 WITA di aliran Tukad Santal dalam kondisi tersangkut di semak-semak bambu.

Sementara tiga korban lainnya berasal dari satu keluarga di Dusun Ambengan, yakni Komang Suci (44) bersama dua anaknya Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12). Kepala keluarga Kadek Witana diketahui selamat dari peristiwa tersebut.

Tim SAR gabungan sebelumnya telah menemukan Komang Suci dalam kondisi meninggal dunia di dalam timbunan material banjir sekitar 1,5 kilometer dari lokasi awal terseretnya arus dari rumah korban.

Memasuki hari ketiga operasi pencarian, tim SAR gabungan memfokuskan penyisiran di sepanjang aliran Tukad Mendaum hingga kawasan perairan pantai. Sebanyak 139 personel SAR gabungan dikerahkan dalam operasi ini yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, relawan, serta tambahan personel Sabhara Polda Bali sebanyak 16 orang. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *