BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Tinjau Lokasi Bencana, Bupati Buleleng Tegaskan Sampah Jadi Pemicu Banjir

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna turun langsung meninjau lokasi banjir yang melanda Dusun Tista, Desa Baktiseraga, Jumat (12/6/2026). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna turun langsung meninjau lokasi banjir bandang yang menerjang Dusun Tista, Desa Baktiseraga, Jumat (12/6/2026). Bencana yang dipicu hujan deras sejak pagi itu tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merobohkan sebuah rumah di kawasan Perumahan Griya Mahadewa hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Sutjidra menyoroti persoalan sampah dan pemanfaatan sempadan sungai yang dinilai menjadi faktor yang memperparah dampak banjir. Menurutnya, material sampah, ranting, dan bekas tebangan pohon yang terbawa dari wilayah hulu menyebabkan aliran sungai tersumbat sehingga air meluap ke kawasan permukiman.

“Ini menjadi fokus kita ke depan untuk bagaimana menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah atau bekas tebangan pohon ke sungai-sungai di wilayahnya,” ujar Sutjidra.

Ia menegaskan, persoalan kebersihan sungai harus menjadi perhatian bersama karena aliran sungai merupakan jalur utama pembuangan air saat hujan deras. Jika dipenuhi sampah dan material lainnya, kapasitas sungai akan berkurang dan meningkatkan risiko banjir.

Selain persoalan sampah, Pemkab Buleleng juga akan melakukan evaluasi terhadap pembangunan yang berada di sekitar sempadan sungai. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pembangunan mematuhi ketentuan tata ruang dan tidak membahayakan keselamatan warga.

“Jadi rumah masyarakat yang ada di sempadan sungainya harus memenuhi syarat agar sempadan tidak digunakan untuk membangun. Karena akan sangat membahayakan bagi kondisi seperti sekarang, saat hujan lebat, bangunan bisa langsung tergerus,” tegasnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Bupati dan Wakil Bupati turut menyerahkan bantuan kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya akibat musibah tersebut.

Sementara itu, Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca menjelaskan rumah yang roboh diterjang banjir merupakan milik warga asal Kampung Kajanan yang tinggal bersama keluarganya di Dusun Tista, Desa Baktiseraga.

Saat banjir menerjang, korban diketahui masih berada di dalam rumah. Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, aparat pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat kemudian melakukan pencarian setelah bangunan roboh diterjang derasnya arus.

Pencarian berlangsung secara gotong royong hingga akhirnya korban yang diketahui merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Buleleng berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di bawah timbunan reruntuhan bangunan.

“Korban kami temukan di bawah rumah, pada sungai kecil tertindih kasur dan reruntuhan tembok,” ungkap Gopi.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memperkuat upaya mitigasi bencana, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, serta melakukan penataan kawasan sempadan sungai guna meminimalkan risiko bencana serupa di masa mendatang. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *