BULELENG (terasbalinews.com) – Upaya menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) terus didorong melalui gerakan efisiensi energi di daerah. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Nyoman Gede Wandira Adi, menyatakan dukungannya terhadap instruksi pemerintah pusat terkait penghematan energi, yang mulai diterapkan di lingkungan Sekretariat DPRD (Setwan) Buleleng.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Sekretaris DPRD (Sekwan) Buleleng patut diapresiasi karena telah lebih dulu menginisiasi gerakan efisiensi, khususnya dalam penggunaan listrik dan BBM di lingkungan perkantoran.
“Sebagai pemerintah daerah, tentu kita harus mengikuti edaran dan instruksi dari pemerintah pusat. Kami mengapresiasi Pak Sekwan yang sudah mendahului gerakan efisiensi ini, mulai dari hal-hal kecil seperti pemanfaatan lampu penerangan secara efektif. Lorong-lorong yang tidak perlu, sengaja dipadamkan. Sekecil apapun itu, saya apresiasi,” ujar Wandira.
Selain penghematan listrik dan air, ia juga menyoroti langkah konkret Sekwan yang kini menggunakan sepeda motor untuk aktivitas kerja sehari-hari, sebagai bentuk pengurangan konsumsi BBM. Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi jajaran DPRD maupun instansi lainnya di Buleleng.
Lebih jauh, Wandira menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap dampak efisiensi energi terhadap ketahanan nasional. Ia menyebut, pengurangan penggunaan listrik secara langsung berkontribusi pada penurunan konsumsi BBM yang digunakan dalam pembangkit energi.
“Nilai manfaat yang harus dipahami masyarakat adalah efek domino dari mematikan lampu ini. Lampu dimatikan, maka konsumsi BBM (untuk pembangkit listrik) akan berkurang. Jika konsumsi BBM berkurang secara nasional, stok kita akan cukup, dan kenaikan harga BBM tidak akan terjadi,” tegasnya.
Ia juga membandingkan kondisi di sejumlah negara yang mengalami lonjakan harga BBM hingga Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per liter. Dalam konteks tersebut, Wandira mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat, khususnya Kementerian ESDM, dalam menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri.
Menurutnya, langkah efisiensi harus dilakukan sejak dini sebagai strategi antisipatif, bukan reaktif setelah harga energi melonjak. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah untuk bersama-sama menghemat penggunaan energi.
“Meskipun yang kita lakukan di Sekretariat Dewan ini terlihat kecil, mudah-mudahan bisa menular ke seluruh dinas dan masyarakat. Sekaligus kami mengimbau seluruh masyarakat dan aparatur negara, ayo kurangi penggunaan BBM agar harganya bisa terus stabil,” pungkasnya. *ndr















