BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Dianggap Tak Sejalan Dengan Partai, Sugawa Korry Soroti Manuver Ipat di Media Sosial

Golkar Bali

whatsapp image 2024 07 11 at 19.56.27
(foto/ilustrasi)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Sempat viral terkait pernyataannya di media sosial, I Gede Ngurah Patriana Krisna atau kerap dipanggil Ipat, yang tak lain adalah kader Golkar Bali sekaligus Wakil Bupati Jembrana, menjadi sorotan tajam Ketua DPD Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry (SGK).

Melalui sambungan telepon Kamis (11/7/2024), Sugawa Korry menyatakan dengan tegas bahwa apa yang disampaikan Ipat tidak mewakili suara Golkar. Sugawa Korry mengingatkan bahwa saat Ipat ingin bergabung dengan Golkar dan memohon dukungan sebagai Wakil Bupati Jembrana berpasangan dengan Nengah Tamba (Demokrat), Golkar memberikan dukungan penuh dengan ikhlas, tanpa mahar, dan disertai gotong royong kader di Jembrana.

“Selama ini, kami menghormati, menjaga martabatnya, serta mengawal tugas-tugas dalam pemerintahan di Jembrana,” tandasnya.

Terkait beberapa pernyataan Ipat di media sosial yang dianggap kontroversial dan bertentangan dengan keinginan partai, Sugawa Korry menyampaikan bahwa minggu lalu ia sempat berkomunikasi dengan Ipat dan yang bersangkutan menyatakan akan tetap mengikuti proses di Golkar.

“Proses dan mekanisme di Golkar diawali dengan penugasan dari DPP Golkar, survei tahap I dan tahap II oleh lembaga survei independen yang ditunjuk DPP Golkar,” jelasnya.

Sugawa Korry bahkan menjelaskan secara gamblang bahwa biaya survei untuk Pilkada 2024 tidak dibebankan kepada Ipat, tetapi ditanggung oleh Nengah Tamba yang merupakan Bupati Jembrana.

“Tetapi, tanpa ada hujan tanpa ada angin, ia merilis pernyataan pindah pasangan melalui PDI Perjuangan sebagai Wakil Bupati Jembrana di Pilkada 2024, bahkan menyebut sudah didukung Golkar. Kalau begitu caranya, di mana etika dan penghormatannya terhadap partai yang memberikan naungan selama ini?” ujar Sugawa Korry mempertanyakan.

Sugawa Korry juga menyatakan dengan tegas bahwa Golkar tidak mempermasalahkan hak individu untuk bergabung dengan partai mana pun. Namun, ia menganggap Golkar telah gagal membina kader dalam hal menjaga etika organisasi dan penghormatan terhadap mekanisme serta aturan organisasi. Saat ini, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari Golkar Jembrana terkait sanksi organisasi yang harus diberikan kepada yang bersangkutan.

“Sikap terbuka melalui media untuk pindah pencalonan dan mengatasnamakan Golkar yang katanya telah mendukung tanpa menghormati mekanisme Partai Golkar, sungguh merupakan langkah politik di luar nalar kami,” katanya seraya menambahkan, Golkar tanpa Ipat tidak masalah.

Sementara itu, Ipat yang juga dihubungi melalui telepon membenarkan bahwa dirinya sempat dihubungi langsung oleh Sugawa Korry. Ia menyatakan bahwa Sugawa Korry lebih memberikan peringatan untuk mengikuti proses yang ada di partai Golkar.

“Saat ditelepon Pak Sugawa Korry, saya menganggapnya bukan marah-marah, tetapi lebih kepada peringatan untuk berproses di partai,” ujarnya.

Ipat juga berpendapat bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari proses seperti yang dimaksud partai, tetapi ia mengakui bahwa belum melakukan koordinasi dengan DPD Golkar Bali.

“Jadi, semua masih berproses, tidak usah panik,” pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *