BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Musholla Keramat Banjar Jawa Diresmikan Wamenag, Warisan Sejarah Era Panji Sakti

whatsapp image 2026 04 24 at 18.53.49
Wakil Menteri Agama RI Romo H.R. Muhammad Syafi’i menandatangani prasasti peresmian Musholla Keramat Banjar Jawa, Buleleng, disaksikan tokoh agama dan masyarakat, Jumat (24/4). (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Suasana khidmat menyelimuti peresmian Langgar Keramat (Musholla Keramat) di Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Agama RI, Dr. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, S.H., M.Hum., bersama puluhan tokoh masyarakat, pemuka agama, unsur adat, dan jajaran pemerintahan di Kabupaten Buleleng.

Kunjungan Wamenag ke Bali Utara merupakan bagian dari rangkaian agenda di Buleleng, setelah sebelumnya menghadiri kegiatan Latihan Kader II (Intermediate Training) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Singaraja.

Dalam kesempatan tersebut, Romo Syafi’i mengungkapkan apresiasinya terhadap kuatnya nilai moderasi beragama yang tumbuh di tengah masyarakat Buleleng. Ia menilai, harmoni yang terjalin tidak hanya terbentuk secara sosial, tetapi juga memiliki akar kultural yang kuat.

“Ini dibuktikan, dalam catatan saya tidak pernah ada gesekan, agama di Kabupaten Buleleng,” tegasnya.

Menurutnya, setiap agama sejatinya memiliki nilai dasar yang sama. Namun demikian, potensi konflik tetap perlu diantisipasi, terutama yang dipicu oleh kepentingan politik berbasis agama. Ia menilai, kondisi tersebut mampu dihindari di Buleleng berkat kuatnya ikatan sejarah dan budaya masyarakat yang majemuk.

“Semoga dengan moderasi agama yang baik dengan didukung semangat toleransi yang tinggi akan tetap menjaga persatuan dan keutuhan masyarakat di Buleleng, Bali,” pungkasnya.

Sebelum prosesi penandatanganan prasasti, kegiatan juga diisi dengan dialog antara Wamenag dan masyarakat setempat. Dalam forum tersebut, tokoh masyarakat Dr. dr. Ketut Putra Sedana, SpOG, memaparkan kondisi kerukunan antarumat beragama di Buleleng, khususnya hubungan harmonis antara nyama selam dan nyama Hindu.

Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah pusat terus memberikan perhatian terhadap umat Hindu yang berada dalam posisi minoritas di berbagai daerah di Indonesia.

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya perwakilan MUI Kabupaten Buleleng, jajaran Kementerian Agama Provinsi Bali dan Kabupaten Buleleng, pengurus KAHMI, HMI Singaraja, serta unsur pemerintahan dan tokoh adat setempat. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *