BULELENG (terasbalinews.com) – Capaian penerimaan pajak daerah Kabupaten Buleleng hingga pertengahan November 2025 menunjukkan progres positif. Realisasi pajak telah mencapai 85,36 persen, atau senilai Rp222,84 miliar dari total target Rp261,07 miliar. Meski demikian, masih tersisa sekitar 38,23 persen atau Rp38,23 miliar yang harus dikejar sebelum tahun anggaran berakhir.
Data yang dirilis BPKPD Buleleng mengungkapkan bahwa dari 10 objek pajak daerah, sebagian besar belum mencapai target. Namun sejumlah sektor menunjukkan performa menggembirakan dengan realisasi di atas 90 persen.
PBJT Hotel tercatat meraih Rp54,45 miliar dari target Rp60 miliar, PBJT Restoran menyentuh Rp42,90 miliar dari target Rp45 miliar, PBJT Kesenian dan Hiburan sudah berada di angka 96,81 persen, sementara PBB-P2 mencapai 90,14 persen atau Rp22,08 miliar dari target Rp24,5 miliar.
Kepala BPKPD Buleleng, Made Pasda Gunawan, menyoroti rendahnya capaian dari sektor Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan yang baru menyentuh Rp25,17 juta dari target Rp50 juta. Ia menjelaskan hal tersebut terjadi akibat dihentikannya pemungutan pajak Galian C di Desa Banjarasem karena banyak izin yang belum diperbarui.
“Kita optimis capaian pajak daerah sektor hotel dan restoran akan tuntas 100% di Triwulan IV karena ini sedang bergulir bulan November dan Desember. Ya mudah-mudahan kondisi pariwisata bagus, kemudian kunjungan wisatawan tinggi,” jelas Pasda Gunawan, Minggu (16/11/2025).
Pasda juga mengungkap bahwa pencapaian PBB-P2 tahun ini cukup mengejutkan, berkat strategi jemput bola dan penghapusan piutang pajak yang digencarkan dalam setahun terakhir.
“Penghapusan piutang pajak kita gencarkan setahun terakhir dan target kita memang sesuai angka yang kita pasang di 2025 itu bisa mencapai 100%. BPHTB juga seperti itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, aktivitas notaris yang biasanya meningkat menjelang akhir tahun turut membantu percepatan BPHTB.
“Notaris sedang menyiapkan dokumen yang bisa diselesaikan di triwulan 4 ini,” tambahnya.
Dengan capaian kuat di empat jenis pajak utama tersebut, Pasda optimistis target keseluruhan pajak daerah 2025 dapat tercapai.
“Dari 4 jenis pajak itu secara kumulatif bisa mewakili 10 jenis pajak yang kita targetkan. Mudah-mudahan bisa 100% dari target pajak 2025,” katanya.
Memasuki 2026, Pasda memastikan target pendapatan pajak akan disusun lebih moderat namun tetap meningkat, dengan tambahan sekitar Rp4 miliar pada APBD Induk 2026.
“Peluang-peluang yang bisa kita target 100% realisasi pasti kita naikkan,” tandasnya. *ndr















