BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Saat Organisasi Pemuda Hindu Bicara Pemimpin Ideal untuk Bali

Festival Niti Raja Sasana memasuki hari kedua penyelenggaraan, Minggu (21/7/2024). Salah satu agenda yang digelar adalah diskusi bertema "Anak Muda Bali Bersuara". (Foto/nan)
Festival Niti Raja Sasana memasuki hari kedua penyelenggaraan, Minggu (21/7/2024). Salah satu agenda yang digelar adalah diskusi bertema "Anak Muda Bali Bersuara". (Foto/nan)
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

DENPASAR (terasbalinews.com). Festival Niti Raja Sasana memasuki hari kedua penyelenggaraan, Minggu (21/7/2024). Salah satu agenda yang digelar adalah diskusi bertema “Anak Muda Bali Bersuara”.

Kegiatan kali ini menghadirkan beberapa narasumber yaitu, Manggala Yowana Bali Kabupaten Gianyar Pande Made Widia, Ketua PD KMHDI Bali I Putu Duka Adi Suantara, Ketua Persadha Nusantara Bali Ketut Sae Tanju, Ketua Umum PP APHB Gde Wikan Pradnya Dana, dan Ketua DPP Peradah Bali Putu Eka Mahadhika.

Salah satu narasumber, Sae Tanju mengapresiasi diskusi publik yang diinisiasi oleh Yayasan Puri Kauhan Ubud tersebut.

“Sangat luar biasa menghargai kami sebagai anak muda dalam konsep berpikir, mendukung segala tindakan dan gerak kami dalam mengembangkan SDM Bali, khususnya anak muda,” kata Sae Tanju.

Sae Tanju menyebut, kegiatan ini juga menjadi sebuah ruang baru dan pola pikir baru serta semangat dan motivasi untuk anak muda agar lebih konsen menciptakan para pemimpin baik dan bisa ngempu Bali ke depannya.

“Kami sangat mengapresiasi, kami harapkan kegiatan² seperti ini dapat berjalan sesuai pada waktunya dan reguler dilakukan setiap tahun. Dan bahkan setahun lebih dari sekali,” ucap Sae Tanju lagi.

“Untuk bisa memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat Bali, tentang pentingnya kita menjaga sesana sebagai orang Bali. Dan kita sebagai pemuda Bali untuk menjaga Bali secara utuh.”

Sementara, Ketua DPP Peradah Bali Putu Eka Mahardhika menyampaikan, calon pemimpin masa depan Bali harus berdasarkan sastra, khususnya sastra Hindu.

“Yang bagaimana ini dia harus berdasarkan pemahamannya dia tentang bagaimana membangun budaya itu sendiri,” ucap Eka Mahardhika.

Eka menambahkan, seorang pemimpin juga harus mendalami ajaran tetuanya, peduli pengembangan SDM dengan paham lingkungan.

“Bukan menjual apa yang ada dimiliki Bali ini,” timpalnya.

Di sisi lain, Ketua Umum PP APHB Gde Wikan Pradnya Dana tak menutup kemungkinan menggelar acara serupa.

“Nanti sudah ada rencana kita untuk melakukan dialog dan diskusi seperti itu dan kita bisa melihat siapa pemimpin-pemimpin atau calon-calon pemimpin Bali.

“Ini yang mau dan siap berdiskusi terkadang banyak orang yang merasa sudah ada di atas angin tidak mau membuka dialog dan tidak mau berdiskusi lagi,” ucap Pradnya Dana.(nan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *