BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Perbaikan Mooring Buoy dan Rambu Tuntun, Pemasangan Pipa Bawah Laut Tunggu Kajian

whatsapp image 2025 09 17 at 17.06.29
PT PLN IP tengah mengerjakan proyek perbaikan jaringan tersus lepas pantai kawasan perairan Lovina, berupa SBNP, Mooring Buoy dan pemasangan pipa Bahan Bakar Minyak (BBM) bawah laut. (foto/ndr).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) tengah melakukan peremajaan sejumlah sarana vital di terminal khusus (tersus) perairan Lovina, Buleleng. Proyek ini mencakup perbaikan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), penggantian mooring buoy, serta rencana pemasangan jaringan pipa bahan bakar minyak (BBM) bawah laut untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pemaron.

Kendati demikian, rencana pemasangan pipa masih menimbulkan kekhawatiran lantaran berpotensi berdampak pada biota laut, termasuk terumbu karang dan habitat lumba-lumba di kawasan wisata Bali Utara.

Officer SDM dan Umum PLN IP Unit Gilimanuk–Pemaron, Gede Ananta Wijaya, menegaskan bahwa proyek yang berjalan bukanlah pembangunan baru, melainkan peremajaan infrastruktur lama yang sudah puluhan tahun digunakan.
“Proyek itu adalah pemasangan SBNP atau rambu tuntun, dan penggantian mooring buoy. Secara teknis tidak ada yang baru, lebih ke perbaikan dan peremajaan,” jelasnya, Rabu (17/9).

Menurut Ananta, mooring buoy yang pertama kali dipasang pada 2003–2004 kini sudah aus akibat korosi air laut. Demikian pula dengan pipa penyalur bahan bakar dan rambu navigasi, yang harus diganti untuk mencegah kerusakan dan mengurangi risiko lingkungan.
Namun ia menambahkan, pekerjaan pemasangan pipa bawah laut untuk sementara ditunda sambil menunggu hasil kajian teknis independen. “Untuk pekerjaan (pipa) saat ini masih di-pending. Kami menunggu hasil kajian apakah pipa digelar di dasar laut atau ditanam,” katanya.

PLN IP, lanjutnya, juga telah berkoordinasi dengan KSOP dan Disnav untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. “Kami pastikan proyek dilanjutkan setelah perizinan dan rekomendasi teknis selesai. Dengan pipa baru, keandalan meningkat dan dampak terhadap biota laut lebih minim dibandingkan mempertahankan pipa lama,” tegas Ananta.

Sementara itu, pelaksana proyek dari PT Reza Utama Teknik, Haryanto, menyebut pihaknya sudah mengerjakan sebagian pekerjaan seperti pemasangan rambu tuntun dan penggantian mooring buoy. Ia bahkan mengaku telah menyiapkan jalur sepanjang 400 meter untuk pipa bawah laut.
“Tentu kami membuat alur pipa terlebih dahulu dengan membersihkan area sekitarnya agar pipa bisa dipasang dengan baik. Semua izin yang diperlukan sudah kami kantongi,” ujarnya.

Meski demikian, perbedaan pernyataan terkait izin ini masih menjadi sorotan publik, mengingat proyek berada di kawasan laut sensitif yang menjadi destinasi wisata utama Bali Utara. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *