BULELENG (terasbalinews.com) – Kekacauan jaringan kabel internet yang menjuntai dan tidak tertata rapi di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Buleleng memicu keresahan masyarakat. Kabel serat optik berbagai provider terlihat menggantung rendah, bahkan sebagian menyentuh tanah, sehingga membahayakan pengguna jalan dan merusak estetika kota.
Pantauan di jalur dari Gerokgak hingga Singaraja menunjukkan tumpukan tiang kabel pada satu titik mencapai 5–6 tiang, beberapa di antaranya tampak miring dan berdempetan. Lebih memprihatinkan lagi, di depan Kantor Camat Seririt tampak kabel putus yang dibiarkan berhari-hari tanpa penanganan.
Belum ada pihak yang mengaku memiliki kewenangan penuh untuk menertibkan jaringan tersebut. Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng pun mengakui masih mencari kejelasan terkait regulasi penanganan.

“Kami berencana mengundang provider pemilik jaringan kabel tersebut dalam rapat koordinasi. Setelah itu baru akan kami tentukan langkah selanjutnya. Untuk lebih jelasnya nanti akan diberitahukan,” jelas Kepala Dinas Kominfo, Persandian dan Statistik Buleleng, Made Suharta, S.Kom., MAP, Selasa (02/12/2025).
Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, turut menyesalkan pemasangan jaringan kabel yang dianggap mengabaikan keselamatan publik, baik di wilayah kota maupun desa.
“Ini juga dampak dari kemudahan perizinan OSS. Jangan sampai pemerintah pusat melempar ke daerah tanpa solusi. Kondisi ini akan kita kaji agar jelas ke mana pengaduan harus dilakukan jika terjadi korban,” tegas Arya.
Ia menilai keberadaan tiang yang menumpuk di bahu jalan menyebabkan penyempitan area dan kerap menjadi pemicu kecelakaan. “Kami akan berkordinasi dengan Dinas Kominfo untuk mencari solusi agar jelas siapa yang bertanggung jawab,” tandasnya. *ndr














