BULELENG (terasbalinews.com) – Bendungan Tamblang atau Bendungan Danu Kerthi di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, kini tengah menjadi sorotan. Selain terdampak musim kemarau, bendungan yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2 Februari 2023 itu diduga mengalami kebocoran pada dindingnya. Dugaan ini memicu kekhawatiran akan penurunan kemampuan bendungan dalam memenuhi pasokan air ke wilayah sekitar.
Bendungan seluas 29,8 hektar ini dibangun pada 2018 dengan anggaran Rp 820 miliar, dan dirancang untuk mengairi 588 hektar sawah di tiga kecamatan, menyuplai air baku 510 liter/detik, bahkan berpotensi menghasilkan listrik dari PLTMH.
Ketua LSM Komite Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketut Suartika, mengaku menemukan retakan pada dinding bendungan dan area sekitar yang tak terawat.
“Dinding bendungan sudah mengalami retak-retak dan areal sekitar tidak terawat. Ini cukup mengganggu untuk sebuah proyek dengan anggaran sebesar itu,” ungkap pria yang akrab disapa Nyok, Kamis (14/8/2025).
Namun, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida membantah adanya kebocoran. Deny, perwakilan Satker BWS, menyebut belum ada laporan resmi terkait kerusakan tersebut.
“Kalau pun ada penurunan debit air, itu karena musim kemarau. Dari petani juga belum ada laporan kekurangan air irigasi,” ujarnya, seraya menegaskan akan melakukan pemeriksaan lapangan.
Meski pasokan air dianggap cukup, hasil panen petani justru anjlok drastis. Kelian Subak Yangai, I Nyoman Sukardi, menyebut panen kali ini turun hingga 85% dibanding musim sebelumnya.
“Musim ini boleh dikatakan gagal panen, hanya 1–1,5 ton per hektar. Sebelumnya bisa 7–7,5 ton,” jelasnya.
Sukardi menegaskan penyebabnya adalah cuaca tak menentu yang memicu serangan hama, bukan kekurangan air. Air untuk 50 hektar sawah di Subak Yangai tetap mengalir dari Bendungan Tamblang. Namun, ia mengungkap adanya masalah sedimentasi tebal di terowongan air setelah pintu bendungan, yang memperlambat aliran ke jaringan irigasi.
“Sedimentasinya sangat tebal, hampir setengah diameter terowongan,” tandasnya. (ndra)















