BULELENG (terasbalinews.com) – Sebagai bagian dari kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), ratusan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Rabu (12/11/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memahami secara langsung proses kerja pembangkit listrik berbahan bakar batubara serta upaya yang dilakukan dalam penerapan energi hijau dan konservasi lingkungan.
Selama kunjungan, para mahasiswa menerima penjelasan komprehensif mengenai sistem kerja PLTU Celukan Bawang dari Maintenance Specialist, Eny Widarto, didampingi Vice Manager GA Departemen, Indriati Tanu Tanto. Mereka menjelaskan tahapan proses pembangkitan listrik hingga pengelolaan limbah yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dosen pembimbing, Akbar, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami secara nyata penerapan prinsip ramah lingkungan di pembangkit listrik tenaga batubara. “Kami ingin mengetahui bagaimana pembangkit ini melakukan konservasi lingkungan, dan kami melihat lingkungan sekitar PLTU tertata rapi, asri, dan hijau,” ungkapnya.

Ia menambahkan, para mahasiswa juga mempelajari bagaimana debu batubara (fly ash) diolah menjadi produk turunan bagi industri semen, serta rencana pengembangan PLTU tahap kedua yang akan menggunakan gas sebagai bahan bakar lebih bersih. Teknologi filter modern yang digunakan juga disebut mampu menekan emisi abu pembakaran hingga level minimal.
Vice Manager GA Departemen, Indriati Tanu Tanto, mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menyebut PLTU Celukan Bawang memang kerap dijadikan lokasi studi lapangan oleh pelajar, mahasiswa dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi. “Kami sangat terbuka dan senang bisa menjadi tempat pembelajaran yang bermanfaat bagi mahasiswa,” ujarnya.

Sebagai informasi, PLTU Celukan Bawang mulai beroperasi sejak 2015 dan dibangun oleh China Huadian Group bersama PT General Energy Bali (GEB). Pembangkit ini memiliki tiga unit mesin dengan total kapasitas 426 MW yang memasok energi listrik ke jaringan distribusi PLN untuk kebutuhan Bali. *ndr















