BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Fungsi Pers, Mangku Pastika: Media Jangan Terjebak Ideologi atau Dokrin Tertentu

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Bali, Made Mangku Pastika. (foto/tim)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Bali, Made Mangku Pastika, mengingatkan pentingnya peran media sebagai kontrol sosial, kontrol pemerintahan dan kontrol kekuasaan.

Menurutnya, media memiliki peran yang sangat besar dalam mengawasi pemerintahan, namun dikatakan sebaiknya tidak membandingkannya dengan yang lain karena setiap media memiliki perbedaan dan kepentingan yang berbeda.

Pernyataan mantan Gubernur Bali 2 periode tersebut disampaikannya saat menghadiri diskusi yang digelar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali di gedung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali, Lumintang Denpasar, Selasa (17/10/2023).

“Kekuasaan harus selalu diawasi,” tandasnya.

Anggota DPD RI dari Komite IV yang bertanggung jawab atas masalah APBN, APBD, infrastruktur, Koperasi, dan UMKM,  menambahkan bahwa untuk menciptakan pemerintahan yang demokratis,  perlu menerapkan efektivitas tanpa terpaku pada ideologi atau doktrin tertentu.

“Kebebasan media sangat penting, dan jika media terjebak dalam ideologi atau doktrin tertentu, maka media itu akan kehilangan esensinya,” ucapnya. Kita harus membuka pintu kebebasan, dan efektivitas harus menjadi prioritas jika kita ingin pemerintahan yang demokratis. Saya tidak terbelenggu oleh ideologi, karena hal itu hanya akan membuat kita menjadi tidak bijaksana,imbuhnya.

Made Mangku Pastika mewanti-wanti, jika terpaku pada doktrin atau ideologi tertentu akan membuat pemimpin stagnansi. Oleh karena itu, ia sangat menghargai kebebasan pers. Manusia harus hidup dalam kebebasan untuk menjadi sejati sebagai manusia.

“Kita harus memastikan bahwa media tidak mudah dibungkam oleh kekuasaan yang absolut,” tukasnya

Ia juga mengingatkan bahwa kekuasaan absolut cenderung mencoba membungkam media dengan berbagai cara, seperti intimidasi bahkan ancaman.

“Hal ini tidak boleh terjadi. Media harus tetap berada di tengah-tengah masyarakat, sebagai kontro pemerintah dan kekuasaan,” pungkas Made Mangku Pastika. (*/wib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *