BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
Pasang iklan disini ( 970x250 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

Menuju Kota Heritage Modern, Pemkab Buleleng Benahi Infrastruktur Terpendam

whatsapp image 2025 11 22 at 19.07.42
Tampilan rancangan revitalisasi kawasan heritage Singaraja, termasuk penataan jalan, taman, area publik, serta pemindahan jaringan utilitas ke bawah tanah untuk memperindah dan menata ruang kota. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Wajah Kota Singaraja bersiap mengalami perubahan besar. Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mulai melakukan penataan jaringan utilitas di kawasan heritage titik nol kota, sebagai langkah awal revitalisasi kawasan bersejarah tersebut.

Penataan mencakup area Patung Singa Ambara Raja hingga depan Taman Makam Pahlawan Curastana. Seluruh jaringan kabel listrik, telekomunikasi, hingga pipa PDAM akan dipindahkan ke bawah tanah.

Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng, I Putu Adiptha Ekaputra, mengatakan penataan diperlukan untuk meningkatkan estetika ruang publik sekaligus keamanan masyarakat.

“Penataan kabel bawah tanah ini penting sekali karena kita bekerja di kawasan titik nol Singaraja. Agar tampilan kawasan jadi lebih rapi dan estetika kota bisa maksimal,” ujarnya, Sabtu (22/11).

Adiptha menjelaskan sistem jaringan bawah tanah itu akan dibangun sejajar dengan drainase, namun menggunakan jalur terpisah.
“Untuk air ada saluran khusus, sedangkan kabel memiliki jalur beton tersendiri. Jadi antar fungsi tidak saling mengganggu,” terangnya.

Ia memastikan penataan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai penyedia layanan. Menurutnya, seluruh pihak telah menyatakan kesiapan untuk mendukung proyek tersebut.

“Kita ingin kawasan ini jadi percontohan, karena Singaraja punya nilai sejarah tinggi yang harus dijaga,” katanya.

Tahap awal penataan dimulai dari sisi timur kawasan, tepatnya di depan Kantor DPRD Buleleng, kemudian berlanjut ke arah barat menuju Jalan Pahlawan hingga depan Taman Makam Curastana. Pekerjaan juga akan menyentuh sisi utara menuju Jalan Krisna, yang dikenal sebagai rumah bagi bangunan heritage Sunda Kecil.

Selain pemindahan utilitas, kawasan heritage juga akan diperkuat dengan CCTV, penjaga keamanan, serta ruang terbuka hijau (RTH) baru. Targetnya, minimal 30 persen kawasan menjadi RTH untuk menjaga kualitas udara dan mengendalikan polusi.

Sebagai bagian dari penataan estetika, gardu listrik yang selama ini berada di area terbuka juga akan dipindahkan ke ruang tertutup di belakang galeri Kantor Bupati Buleleng.

“Tidak ada lagi gardu di pinggir jalan. Semuanya kita siapkan tempat khusus agar lebih indah dipandang dan lebih aman,” tegas Adiptha.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Buleleng, Gede Suyasa, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi visi Bupati Buleleng lima tahun ke depan, yaitu memperkuat identitas kawasan heritage di sekitar Tugu Singa Ambara Raja.

“Penataan akan menyentuh lingkungan, sanitasi, hingga utilitas seperti kabel dan pipa yang selama ini tidak tertata. Semua kabel listrik, telekomunikasi, dan pipa PDAM yang semula semrawut akan dipindahkan ke bawah tanah,” jelasnya.

Dinas PUTR menargetkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan tender proyek tuntas akhir tahun ini, sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai awal tahun 2026 dan ditarget rampung dalam waktu enam bulan.

“Waktu kerja kita padat, karena pada Juli kawasan harus steril. Jadi semua harus selesai tepat waktu,” tutup Adiptha. *ndr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *