BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.
banner

Nekat Jalan di Atas Tali, Aksi WNA di Air Terjun Sekumpul Bikin Geger: Tak Kantongi Izin Resmi

Seorang wisatawan asing nekat berjalan di atas tali (slackline) yang dibentangkan di ketinggian Air Terjun Sekumpul, Buleleng, Bali. (foto/ist).
banner 120x600
Pasang iklan disini ( 468x60 pixel )
WhatsApp +62 819-3301-0005

BULELENG (terasbalinews.com) – Aksi ekstrem yang dilakukan sekelompok wisatawan asing di kawasan Air Terjun Sekumpul, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, menjadi viral setelah terekam dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial. Salah satu dari mereka terlihat berjalan di atas seutas tali yang dibentangkan tinggi di antara tebing air terjun, dalam aksi yang menyerupai olahraga ekstrem slackline.

Ketegangan pun terjadi ketika salah satu pelaku terpeleset dan jatuh. Beruntung, ia masih terselamatkan berkat alat pengaman yang terpasang.

Video ini sontak menuai reaksi masyarakat, termasuk pemerintah daerah. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengonfirmasi bahwa lokasi aksi tersebut memang berada di DTW (Daya Tarik Wisata) Air Terjun Sekumpul.

“Benar, lokasinya di DTW Air Terjun Sekumpul,” ujar Dody, Rabu (6/8/2025).

Setelah video itu viral, tim gabungan dari Dinas Pariwisata, Satpol PP, dan pihak Imigrasi Singaraja langsung turun ke lokasi untuk menelusuri aktivitas tersebut.

Dari hasil investigasi, diketahui bahwa atraksi tersebut dilakukan oleh 12 orang WNA yang menginap di sebuah homestay milik warga sekitar. Para WNA ini mengklaim kegiatan tersebut bertujuan sebagai bagian dari promosi pariwisata dan telah dilakukan di berbagai destinasi lainnya, termasuk di Nusa Penida, Klungkung.

Meski mereka mengaku telah berkoordinasi secara lisan dengan perangkat desa, namun tidak ditemukan dokumen izin resmi dari instansi terkait yang mengatur kegiatan tersebut.

“Kegiatan itu tidak memiliki izin tertulis dan tidak termasuk dalam paket wisata resmi. Mereka hanya membayar tiket masuk biasa, Rp150 ribu,” jelas Dody.

Pihak Babinkamtibmas yang sedang berada di lokasi pun langsung menghentikan aksi tersebut setelah melihat dua orang mulai berjalan di atas tali. Mereka menilai aktivitas itu terlalu berbahaya, apalagi tanpa pengawasan dan izin yang jelas. (ndra)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *