Pelindo III Hentikan Proyek di Kawasan Pelabuhan Benoa

(foto : Tim) VP Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Wilis Aji.
DENPASAR – Seolah tak ingin berpolemik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menghentikan segala aktivitas yang berkaitan dengan proyek pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa Denpasar setelah pihak Pelindo III menerima surat dari Gubernur Bali.
VP Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Wilis Aji mengatakan, pihaknya baru menerima surat permintaan penghentian kegiatan reklamasi dari Gubernur Bali I Wayan Koster, Minggu (25/8/2019) sore.
“Setelah menerima surat dari Gubernur tentang penghentian proyek, tadi malam kami langsung berkomunikasi dengan Menko Kemaritiman, kami masih menunggu jawaban dari Pak Menko. Untuk kegiatan mulai hari ini berhenti,” ucapnya.
Wilis menerangkankan, sejak proyek dimulai pada tahun 2017, pihak Pelindo III belum pernah menerima peringatan atau teguran dari pihak Pemerintah Provinsi Bali terkait hancurnya ekosistem bakau seluas 17 hektar serta memicu terjadinya sejumlah pelanggaran.
Ditambahkan pula bahwa proyek pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa tidak sampai 85 hektar melainkan 70 hektar dengan rincian proyek di dumping II seluas 45 hektar dan di dumping I seluas 25 hektar.
“Kalau sesuai dengan kontrak, proyek pengembangan 70 hektar, tidak sampai 85 hektar. Dan dari hitungan kami, dampak (kerusakan) dari proyek sekitar 7 hektar,” bebernya.
Wilis Aji mengatakan, jika tidak ada persoalan, proyek pengurukan di Dumping II dan I akan selesai bulan depan. Namun lantaran ada surat permintaan penghentian, proyek yang sudah berjalan 95 persen tersebut dihentikan.
“Lima persen itu ya tinggal finishing aja, bulan depan selesai, tapi karena diminta setop, ya kita berhenti dulu,” tegasnya. (awd)

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Bondowoso Kagum Mal Pelayanan Publik Kabupaten Badung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.