BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Pergantian Smart Meter AMI Sudah Dimulai, PLN Pastikan Penghitungan Penggunaan Listrik Lebih Akurat

Penggantian meter PLN oleh petugas. (foto/ist)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). PT PLN (Persero) telah memulai proses penggantian kWh meter analog menjadi digital dengan Advanced Meter Infrastructure (AMI) atau smart meter. Beberapa pelanggan di berbagai wilayah di Bali sudah mengalami penggantian kWh meter ini.

Dengan penggunaan kWh meter AMI, keamanan dan ketepatan pengukuran akan semakin ditingkatkan. Hal ini terjadi berkat sistem komunikasi digital yang telah dikembangkan sejak 2017, yang memungkinkan komunikasi dua arah antara PLN dan pelanggan dengan menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengukur penggunaan listrik secara real-time.

PLN juga dapat memantau penggunaan listrik dari jarak jauh, sehingga pelanggan tidak perlu lagi menerima kunjungan petugas pencatat meter setiap bulan.

Tidak hanya itu, keunggulan lainnya adalah PLN dapat mendeteksi dini gangguan listrik sehingga dapat segera ditangani.

I Wayan Udayana, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, mengungkapkan bahwa pada bulan Juni 2023, PLN UID Bali menargetkan penyelesaian penggantian kWh Meter untuk 32.200 pelanggan.

“Kami terus memonitor perkembangan penggantian kWh Meter ini, dan hingga saat ini telah mencapai 18.854 pelanggan (58,55%) dari target bulan Juni,” katanya, Senin (26/6/2023).

PLN sendiri berharap dapat menyelesaikan penggantian seluruh kWh meter digital pada akhir tahun 2023 dengan total 548.341 unit.

Udayana juga menyebut bahwa PLN akan menurunkan 816 petugas lapangan untuk melaksanakan penggantian smart meter ini.

“Sebelum petugas melaksanakan penggantian, pelanggan sudah menerima surat pemberitahuan dari unit PLN masing-masing. Kami mengimbau agar pelanggan bekerja sama dan memberi izin kepada petugas untuk melaksanakan tugasnya,” tambahnya.

Pihak PLN menekankan bahwa penggantian kWh meter ini tidak dikenakan biaya alias gratis, dan mengingatkan pelanggan agar tetap berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk melakukan penipuan.

Salah satu pelanggan, I Ketut Badung, yang rumahnya berada di Gang II Paksi Mas Jalan Nangka Selatan Denpasar, telah mengalami penggantian kWh meternya. Ia mengatakan bahwa sebelumnya telah menerima surat pemberitahuan terkait program ini.

“Dengan kWh meter baru ini, sekarang saya dapat memantau penggunaan listrik kapan saja dan di mana saja, karena sudah terhubung dengan aplikasi PLN Mobile. Saya tidak perlu menunggu tagihan di akhir bulan,” ungkapnya.

Terakhir, ia menyambut baik penggantian kWh meter ini dan berharap pelayanan PLN akan semakin baik ke depannya. (*/yak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *