Rona  

Pegadaian Tawarkan Kemudahan Berhaji Melalui Program “Arrum Haji”

 (foto : Tim) Nuril Islamiah
DENPASAR – Arrum haji merupakan pembiayaan untuk mendapatkan porsi ibadah haji secara syariah dengan proses mudah, cepat dan aman dengan jaminan emas batangan atau Logam Mulia (LM) minimal 3,5 gram atau emas perhiasan berkadar minimal 70 persen dengan berat sekitar 7 gram, begitu dijelaskan Pemimpin Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Nuril Islamiah dalam Seminar yang bertajuk “Ketika Cinta Berhaji” di Hotel Grand Santhi, Denpasar, Sabtu (23/8/2019) yang diikuti ratusan peserta.
Nuril Islamiah mengajak masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji namun terkendala biaya untuk mengikuti program Arrum Haji atau gadai emas. Menurutnya banyak kemudahan yang diberikan dan keuntungan yang didapat masyarakat ketika mengikuti program gebrakan Pegadaian tersebut.
Ia menerangkan keunggulan-keunggulan program itu yakni memperoleh tabungan haji yang langsung dapat digunakan untuk memperoleh nomor porsi haji dan mendapat kepastian nomor porsi haji.
“Jadi kalau bapak ibu mengikuti program Arrum Haji itu langsung mendapat kepastian nomor porsi haji. Jadi bapak ibu sudah tahu kapan akan berangkat,” ujarnya memastikan sembari menginformasikan apalagi di Bali saat ini antrian yang akan berangkat haji telah mencapai 15 tahun. “Melalui program ini kita hanya butuh waktu sekitar 5 tahun,” imbuhnya.
Kemudian, lanjutnya emas dan dokumen haji aman tersimpan di Pegadaian dan biaya pemeliharaan barang jaminan terjangkau serta jaminan emas dapat dipergunakan untuk pelunasan biaya haji pada saat lunas.
“Syaratnya sangat mudah, cukup memenuhi syarat sebagai pendaftar haji, fotokopi Kartu Tanda Penduduk dan fotokopi Kartu Keluarga, ijazah, kartu nikah kalau sudah menikah atau akta kelahiran. Pilih salah satunya dan tentunya emas yang mau digadai,” terangnya.
Dituturkan pula untuk program Arum Haji di Bali quotanya 408 nasabah. Potensi Bali sebenarnya besar. Jumlah penduduk Muslim di Bali mencapai 520 ribu orang, yang sudah naik haji sekitar 7 ribu, lalu yang masuk daftar tunggu mencapai 14 ribu orang dan yang belum naik haji usia 12 tahun hingga 60 tahun sekitar 493 ribu.
Potensi inilah secara bertahap akan digarap. Nasabah Arrum Haji yang sudah terkumpul di wilayah Bali sekitar 169 jemaah. Tahun 2020 target 408 nasabah terpenuhi atau menyumbangkan Rp 10,2 miliar.
“Kita akan kejar kekurangannya. Saya berharap target 408 nasabah di tahun 2020 bisa tercapai apalagi saat ini tahun 2018 sudah ada 169 nasabah,” pungkasnya. (wie)

Baca Juga:  Fikom Dwijendra Gelar Talkshow "Cinematography to Save The Earth"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.