Kejahatan Terhadap Anak Meningkat, Ini Pesan dan Saran Aktivis Anak dan Perempuan di HAN 2022

siti sapurah, ipung, hari anak nasional
HARI ANAK-Aktivis anak dan Perempuan, Siti Ssapurah alias Ipung menyebut kejahan terhadap anak meningkat di dua tahun terakhir.Foto/red

DENPASAR-Terasbalinews.com |Dua tahun terakhir, kejahatan dan kekerasan terhadap anak di Indonesia terus mengalami peningkatan. Namun peningkatan ini, tidak hanya disebabkan oleh penyelenggara sistem hukum, tapi juga peran orang tua.

Pola asuh orang tua terhadap anak, belakangan ini mulai tergerus oleh kecanggihan teknologi, sehingga pola  asuh orang tua menjadi kurang baik dan kurang pula memberikan teladan bagi anak-anaknya.

Inilah yang disampaikan oleh aktivis anak dan Perempuan, Siti Sapurah alias Ipung di Hari Anak Nasional (HAN) 2022 yang jatuh hari ini, Sabtu (23/7). Dia mengatakan, Interaksi antara ibu dan bapak, seharusnya menjadi figur dan teladan bagi anak-anaknya.

Baca Juga:  Togar Sebut Fintech Berpotensi Munculkan Kejahatan Cyber

“Contoh kecil saja, kadang untuk mengetahui anaknya sudah tidur atau belum, orang tua hanya mengintip dari pintu atau jendela saja. Padahal setelah itu tidak tahu apakah benar anak sudah tidur atau masih mainan Handphone,” jelas Ipung yang juga berprofesi sebagai pengacara ini.

Baca Juga :Disebut Ada Bekas Gigitan di Payudara N, Aktivis Anak Bilang ada Dugaan Korban Dicabuli

Baca Juga :Sadis! Kaki Anak Dipatahkan, Disaksikan Langsung Ibu Kandung

Baca Juga :Polisi Bekuk Terduga Pelaku Penelantaran Anak di Sidakarya

Kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak dalam penggunaan smartphone, menjadi pintu masuk dalam pikiran anak-anak untuk berbuat hal-hal diluar kemampuannya. Bahkan hal ini cenderung membuat anak menjadi liar dalam berpikir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.