BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Sanggar Seni Kerti Yasa Sisipkan Pesan Menjaga Laut dalam PKB 2023 dengan Mengangkat Cerita Segara Karang

Penampilan baleganjur Sanggar Seni Kerti Yasa, Banjar Temacun, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta. (foto/ist)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Sanggar Seni Kerti Yasa, yang berlokasi di Banjar Temacun, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, tampil luar biasa dalam kompetisi baleganjur remaja dalam rangka Pesta Kesenian Bali XLV, pada hari Minggu (25/6/2023). Acara tersebut diadakan di panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Art Center Bali.

Sanggar yang dipimpin oleh Andi Pastika Putra, yang akrab disapa Gus Acong sebagai komposer baleganjur, didukung oleh Kadek Karunia Arta sebagai Koreografer, dan I Made Nova Antara sebagai pembina dan koreografer. Mereka membawakan cerita mengenai keindahan ikonik pantai Kuta yang berjudul Segara Karang.

Menurut Gus Acong, dalam pertunjukan ini, duta dari Kabupaten Badung yang membawakan cerita Segara Karang juga merujuk pada tema PKB tahun ini, yaitu ‘Segara Kerthi: Prabhaneka Sandhi, Samudra Cipta Peradaban’, yang mengartikan laut sebagai sumber peradaban. Kuta, dengan peradaban baru yang dimiliki, memiliki keunikan pada pantainya yang sesuai dengan judul Segara Karang. Gus Acong menjelaskan,

“Segara Karang adalah titik nol koordinat pantai Kuta. Oleh karena itu, pusat ombak terletak di tengah karang,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa konsep pertunjukan ini terbagi menjadi lima bagian. Bagian pertama menjelaskan tentang karang tengah itu sendiri, sementara bagian kedua terinspirasi dari ombak dan suara gemercik air di laut, yang dalam bahasa lokal dikenal sebagai Yak bawak Yak ngandang, Yak Dawa, Yak Mekedelan, tuun lima depa, tuun nem depa, dan sebagainya. Gus Acong menjelaskan bahwa elemen-elemen tersebut diolah menjadi bagian dari karya mereka.

Sementara itu, bagian ketiga mengisahkan tentang kondisi pasang manda atau air laut surut. Di balik derasnya ombak, keindahan pantai Kuta terlihat ketika air laut surut. Gus Acong menjelaskan bahwa pada saat pasang manda, pantai terlihat sangat estetik.

Bagian keempat mengungkap bahaya di balik keindahan pantai Kuta, yaitu adanya pusaran air yang disebut puser arungan. Terakhir, bagian kelima menyoroti keberadaan Kuta dengan matahari terbenam atau sunset yang menjadi ikon serta sumber peradabannya.

“Di pantai tersebut, terdapat aktivitas seperti surfing yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Kuta,” kata Gus Acong.

Dalam persiapan pertunjukan ini, mereka bertiga telah bekerja keras selama hampir empat bulan sejak bulan Februari 2023. Gus Acong menyampaikan, prosesnya cukup panjang dan penuh dengan kegembiraan, keceriaan, dan dinamika. Tentu saja, selama proses tersebut bukan hanya ada keceriaan, tetapi juga kesedihan yang datang bersama.

Mereka berharap bahwa hasil dari proses yang telah dilakukan ini dapat memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Badung. Gus Acong juga mengajak generasi muda untuk menciptakan karya baleganjur yang sesuai dengan tema PKB, yaitu Segara Kerthi, dengan makna yang ditampilkan tidak hanya terbatas pada pertunjukan saja. Gus Acong menekankan pentingnya mengimplementasikan pesan tersebut dengan menjaga keberadaan laut untuk kelangsungan sumber kehidupan saat ini dan masa depan bagi anak cucu kita. (*/tbn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *