BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Sinergi Sektor Pariwisata dan Pertanian Kunci Mewujudkan Bali Era Baru

Sinergitas Sektor pariwisata dan pertanian, difasilitasi Bank Indonesia Perwakilan Bali. (foto/ist)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali bekerja sama dengan Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk Penggunaan Produk Lokal Bali. Selain itu, juga dilakukan peresmian Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana (PIKBS) dan pengukuhan Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI di Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, dan Kota Denpasar. Acara tersebut diadakan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan dihadiri oleh Gubernur Bali, Wakil Gubernur Bali yang juga Ketua BPD PHRI Bali, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, anggota PHRI, dan Perumda Pangan Bali, Selasa (27/6/2023).

Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan penghargaannya kepada Bank Indonesia Bali atas dukungannya dalam mengembangkan sektor pariwisata dan pertanian di Bali.

“Sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan semua pemangku kepentingan diharapkan terus terjalin untuk mencapai Bali Era Baru yang berkelanjutan, tangguh, dan ramah lingkungan,” ujar Gubernur Koster.

Dengan diresmikannya Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana, diharapkan pembangunan ekonomi Bali dapat dipercepat melalui peningkatan investasi, perdagangan, dan pariwisata. Koster juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendorong pariwisata Bali yang memiliki budaya, kualitas, dan martabat. Hal ini didukung oleh diterbitkannya Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2023 tentang Tatanan Baru Bagi Wisatawan Mancanegara Selama Berada di Bali.

Gubernur Koster juga mengajak semua pihak untuk memajukan perekonomian Bali melalui ketahanan pangan lokal. Ia mengapresiasi inisiatif Bank Indonesia Bali yang mempertemukan Perumda Pangan Bali dengan 12 hotel anggota PHRI dari 9 kota/kabupaten di Bali untuk bekerja sama dalam penyediaan kebutuhan pangan.

“Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara kedua belah pihak diharapkan dapat mendorong semua hotel di Bali untuk menggunakan produk-produk pertanian. Langkah ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Koster berharap kerja sama ini dapat diikuti oleh anggota PHRI lainnya sehingga jumlah hotel yang bekerja sama dengan Perumda Pangan Bali mencapai setidaknya 100,” imbuhnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Trisno Nugroho, menekankan pentingnya sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata dalam menghadapi tantangan di masa depan. Bali perlu menguasai pangan lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Peran Perumda sebagai pembeli produk pangan dari petani lokal perlu dioptimalkan untuk menjaga ketersediaan pangan di Bali. Selain itu, peran Perumda sebagai pembeli juga dapat memberikan jaminan harga yang stabil bagi petani dan pembeli, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam konteks pengendalian inflasi, kerja sama antara PHRI dan Perumda juga dapat membantu menjaga stabilitas harga di daerah.

“Dengan sistem penjualan langsung dari petani – Perumda – pelaku usaha perhotelan, rantai distribusi dapat menjadi lebih sederhana dan efisien, sehingga harga yang ditawarkan pun menjadi lebih kompetitif,” ucap trisno Nugroho.

Ketua BPD PHRI Provinsi Bali, Tjokorda Oka Sukawati, menyambut positif sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata dalam memajukan perekonomian Bali.

“PHRI perlu terus mengikuti arahan Gubernur Bali dan mematuhi peraturan yang berlaku dalam mengelola bisnis perhotelan, sehingga kondisi pariwisata tetap kondusif dan Bali tetap menjadi destinasi unggulan yang nyaman bagi wisatawan domestik maupun asing,” kata Tjok Ace.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Bank Indonesia Bali atas dukungannya dalam melewati masa sulit akibat pandemi Covid-19. Ia menyatakan bahwa industri perhotelan kini sudah pulih dan hampir kembali ke kondisi sebelum pandemi berkat dukungan tersebut. (yak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *