BREAKING NEWS
PT. TERAS MEDIA SEJAHTERA (terasbalinews.com). AHU-0012026.AH.01.01.TAHUN 2023.

Komang Banu Soroti Minimnya Keterlibatan UMKM di PKB ke-45

Komang Takuaki Banuartha. (foto/tbn)
banner 120x600

DENPASAR (terasbalinews.com). Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-45 yang saat ini tengah berlangsung semestinya menjadi ajang pestanya rakyat Bali, bukan milik segelintir orang. Begitu diungkapkan pemerhati pariwisata Komang Takuaki Banuartha, Rabu (21/6/2023) di Denpasar.

Apa yang disampaikan Komang Banu begitu kerap disapa bukan tanpa sebab, pasalnya dari informasi yang ditangkap, ajang PKB kali ini lebih terlihat “eksklusifitas”nya dibanding kerakyatannya.

“Banyak UKM/UMKM yang mengeluhkan kondisi sekarang, banyak yang tidak dilibatkan, semua serba eksklusif, banyak yang diamputasi” cetus pria asal Ubud ini.

Bukan hanya itu, ia beranggapan keterlibatan UMKM di ajang PKB sebetulnya menjadi hal wajib, sebagai bagian dari pendampingan dan membuka akses pasar, namun katanya keberpihakan itu hanyalah wacana.

“Sebetulnya kalau boleh jujur banyak masyarakat Bali yang kecewa dengan PKB tahun ini,” sentilnya. Lihat saja di media sosial, bagaimana hujatan masyarakat, miris sebetulnya melihat kondisi yang ada, sambungnya.

Ia memandang PKB sudah seperti kehilangan “taksu”nya. Misal, pada saat pembukaan saja sudah mengundang kontroversi, tidak banyak yang ingin menyaksikan pesta pembukaan. Belum lagi di area sekitar kegiatan “crowd” tidak ada, beda jauh dengan sebelumnya.

“Bahkan informasi yang sampai ke saya, ASN dipaksa mengeluarkan uang 500 ribu untuk berbelanja di PKB,” ungkapnya.

Komang Banu beranggapan kalau itu memang terjadi, tentu sangat disesalkan. Hanya karena untuk memenuhi ambisi, memgorbankan yang lain.

“Apakah hal-hal seperti ini bisa dibenarkan atau tidak, tentu rakyat yang menilai. Saya berharap ada perbaikan kedepannya. Kalau perlu PKB tahun depan diserahkan kepada pihak swasta agar gaungnya lebih besar,seperti halnya Jember Festival dan pemerintah selaku stake holder jangan cawe-cawe, cukup selaku pengawas anggaran saja,” katanya, seraya bertanya, apakah PKB ini mampu menggiring wisatawan manca negara untuk datang dan menyaksikan PKB atau cukup sampai disini saja?.  (yak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *