Usai Sampaikan Keberatan, Ini yang Akan Ditempuh Ipung Soal Tanahnya yang Dibangun Jalan di Serangan

siti sapura alias ipung, tanah di serangan
IPUNG-Siti Sapura alias Ipung saat menyampaikan keberatan atas tanahnya yang dijadikan jalan di Pulau Serangan.Foto/eli

DENPASAR-Terasbalinews.com|Perjuangan Siti Sapurah alias Ipung untuk kembali mendapatkan hak atas tanah seluas 710 meter persegi yang terletak di Kampung Bugis Serangan yang diatasnya di bangun jalan oleh Pemerintah Kota Denpasar perlahan namun pasti mulai menemui titik terang.

 

Ini setelah pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar yang diwakili oleh Kasi Penanganan Sengketa dan Konflik, Jumat (26/8/2022) mengundang pihak terkait, seperti PT BTID, Bendesa Adat Serangan, Lurah Serangan dan Ipung sebagai pihak yang keberatan karena tanahnya di HGB-kan oleh pihak BTID di Serangan.

 

Dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu, awalnya pihak BPN meminta kepada Ipung sebagai pihak yang keberatan menunjukkan batas tanah atau tanah miliknya sesuai dengan data dan putusan pengadilan yang kantonginya. Setelah itu pihak BTID diberi kesempatan untuk mengkonter apa yang telah diperlihatkan oleh pihak Ipung.

Baca Juga:  Tabrak Bus, Pria 27 Tahun Asal Manado Tewas Ditempat Kejadian

 

Pihak BTID mengatakan bahwa tanah yang dibangun jalan itu adalah miliknya  berdasarkan Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) nomor 82. Meski begitu, Ipung tidak menyerah begitu saja. Dengan data dan sejumlah fakta yang diketahuinya, Ipung terus bersikeras bahwa tanah yang dibangun jalan ini adalah miliknya.

Baca Juga :Balasan Surat Pemkot tidak Singgung Soal SK Wali Kota, Ipung : Malah Seperti Jubir BTID

Baca Juga :Tanah Sudah Dikuasai Sejak Tahun 1957 Mendadak Diklaim BTID, Warga Serangan Heran

Baca Juga :Mandadak Muncul Isu Swadaya Masyarakat atas Tanah Miliknya di Serangan, Ipung Anggap Itu Lucu

 

Hingga akhirnya pihak BTID yang awalnya juga sempat menjelaskan seputar tanah tersebut mengatakan bahwa siap menghadapi Ipung di Pengadilan.” Tanah yang diributkan ini adalah milik BTID sebagaimana termuat dalam HGB no 82. Nanti kita saling buktikan di pengadilan,” kata perwakilan BTID.

 

Sementara Ipung kepada wartawan mengatakan bahwa, apa yang jadi dalam pertemuan singkat di Serangan itu sudah membuatnya cukup senang. Apalagi Ipung menganggap bahwa pihak BTID hanya mau berdebat tanpa menunjukkan bukti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.